Cawagub DKI Jakarta, PKS: Format Nama Tetap Tanpa Gerindra

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubenur DKI Jakarta yang diajukan Partai Keadian Sejahtera (PKS) Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, September 2018. Foto: Instagram

    Calon Wakil Gubenur DKI Jakarta yang diajukan Partai Keadian Sejahtera (PKS) Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, September 2018. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi yakin dua calon Wagub DKI Jakarta yang akan diajukan untuk dipilih anggota Dewan berasal dari partainya. Suhaimi tetap yakin sekalipun dari kubu Gerindra ada nama Muhammad Taufik dan yang baru belakangan muncul Sara Djojohadikusumo.

    Baca:
    Sara Djojohadikusumo Wagub DKI Jakarta? Ini Pesan Ketua DPRD DKI

    Menurut Suhaimi, pimpinan pusat PKS dan Gerindra sudah sepakat atas format dua nama dari PKS. Nama yang akan diusung adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Sedang Gerindra tidak akan mengirim calon lagi setelah sebelumnya menerima dukungan PKS di Pilpres 2019.

    “Formatnya adalah dua nama (Syaikhu dan Agung), yang disetujui oleh dua partai pengusung, yang itu merupakan hasil final pembicaraan komunikasi politik para pimpinan,” kata Suhaimi melalui sambungan telepon, Jumat 28 September 2018.

    Suhaimi mengatakan, format tersebut sudah final dan disepakati oleh Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Gerindra. Karenanya, Suhaimi mengaku PKS tidak merasa tidak punya pesaing Wagub DKI. “Di benak kami secara organisatoris hanya mengamankan (kesepakatan) itu," katanya.

    Baca:
    Calon Wagub DKI Jakarta dari PKS, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto Saling Puji

    Sebelumnya Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengungkap dua nama telah diserahkan Gerindra kepada Gubernur Anies Baswedan. Satu di antaranya adalah Muhammad Taufik, Ketua Gerindra Jakarta sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI.

    Prasetio juga mengakui ada lobi politik dari koleganya itu untuk perburuan kursi Wagub DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno itu. Namun Secara terpisah Anies menyangkal telah menerima dua nama yang dimaksud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.