Uji Kelayakan Cawagub DKI, M Taufik: Tes Pengetahuan Soal Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan calon Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno harus menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Alasannya, tes ini adalah untuk mengetahui kemampuan para calon wakil gubernur DKI Jakarta.

    Baca: Alasan PKS Yakin Ahmad Syaikhu dan Agung Pantas Gantikan Sandiaga Uno

    "Saya harus tahu siapa orang untuk jadi wagub, paling tidak mengerti tentang kejakartaan," kata M Taufik di Jakarta Pusat, Kamis 8 November 2018.

    Tim yang melakukan uji kepatutan dan kelayakan berasal dari dua partai  pengusung pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    "Kemungkinan ada empat orang dari PKS yang akan mengikuti fit and proper test," kata M Taufik.

    Menurut Taufik, kriteria untuk wagub untuk lolos uji kepatutan dan kelayakan belum ada. Menurut dia, hal tersebut akan segera disepakati oleh Gerindra dan PKS.

    Taufik mengaku sudah ikhlas atau legowo kalau jabatan wagub DKI diserahkan kepada PKS, walaupun sebelumnya Gerindra hanya mengusulkan satu nama untuk jabatan wagub yakni Taufik sendiri.

    Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyerahkan keputusan pengganti Sandiaga Uno kepada Taufik sesuai ketentuan yang dipegang partai tersebut, yakni urusan di daerah ditentukan oleh DPD atau DPC.

    Baca: Anies Baswedan Tegaskan Tak Intervensi Penentuan Wagub DKI

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau ikut campur soal siapa yang layak mengisi posisi wakil gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno. Anies mengatakan nama calon wagub DKI diusulkan oleh dua partai pengusung yakni Partai Gerindra dan PKS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.