Sabtu, 15 Desember 2018

Begini Kemendagri Temukan Blangko E-KTP Beredar di Jalan Pramuka

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian merapikan barang bukti KTP elektronik yang rusak saat gelar perkara kasus KTP elektronik yang tercecer di Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 28 Mei 2018. Polres Bogor telah melakukan penyelidikan dengan mengamankan barang bukti satu dus dan seperempat karung KTP-el yang rusak serta meminta keterangan Kemendagri, penjaga gudang, sopir serta penanggung jawab ekspedisi. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Petugas kepolisian merapikan barang bukti KTP elektronik yang rusak saat gelar perkara kasus KTP elektronik yang tercecer di Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 28 Mei 2018. Polres Bogor telah melakukan penyelidikan dengan mengamankan barang bukti satu dus dan seperempat karung KTP-el yang rusak serta meminta keterangan Kemendagri, penjaga gudang, sopir serta penanggung jawab ekspedisi. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Dalam Negeri pernah menemukan keberadaan blanko E-KTP asli yang beredar di kawasan pertokoan jasa pengetikan di Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Pusat.

    Direktur Jenderal Kependudukan dam Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pernah menemukan satu E-KTP palsu di kawasan Jalan Pramuka tersebut, Senin 3 Desember 2018.

    Baca : Blangko Bebas Beredar, E-KTP Palsu di Jalan Pramuka 30 Menit Jadi

    "Itu pun blangko rusak atau mungkin juga palsu," kata Zudan melalui pesan singkat, Kamis, 6 Desember 2018.

    Ia menuturkan jika benar ada blanko E-KTP asli beredar di pertokoan Jalan Pramuka, pihaknya bakal melacak keberadaannya. "Kami bisa melacaknya," ujarnya. "Sebab, setiap blanko asli bisa kami cek asalnya dari mana. Karena ada nomor ID-nya."

    Zudan menyerahkan dugaan pemalsuan dokumen negara tersebut ditelusuri oleh polisi. Sebabnya, pemalsuan tersebut sudah masuk ke ranah hukum. "Ini kejahatan."

    Ia menuturkan telah mengungkap bisnis penjualan blanko E-KTP palsu secara online. Pelakunya pun, kata dia, telah teridentifikasi. "Pelaku menjual melalui Tokopedia," ucapnya.

    Penjual blanko E-KTP asli tersebut bernama Nur Ishadi Nata yang tinggal di Bandar Lampung. Pelaku, kata dia, sudah mengakui menjual 10 keping blangko yang diambil dari ruangan ayahnya.

    Simak juga :
    Heboh Wawan Plesiran di Hotel, Kuasa Hukum: Ganggu Psikologi Keluarga

    Sebab, ayahnya adalah kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang. Kementerian sudah menugaskan Kadis Dukcapil Provinsi Lampung dan Ketua Forum Dukcapil Provinsi Lampung ke rumah penjual blangko E-KTP tersebut untuk mendalami motif dan modusnya. "Dari kejadian ini maka dapat disimpulkan tidak ada sistem yg jebol dari dukcapil."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.