PDIP Minta Anies Jadi Mediator Gerindra - PKS Soal Kursi Wagub

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengajak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, dan calon Wakil Gubernur, Sandiaga Uno, berswafoto usai konferensi pers di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, 15 Februari 2017. Berdasarkan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei, pasangan Anies-Sandi menempati posisi kedua. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengajak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, dan calon Wakil Gubernur, Sandiaga Uno, berswafoto usai konferensi pers di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, 15 Februari 2017. Berdasarkan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei, pasangan Anies-Sandi menempati posisi kedua. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa menjadi penengah cekcok Partai Gerindra dan PKS terkait pejabat wakil gubernur (Wagub) DKI yang masih kosong.

    Baca juga: Wagub DKI Tak Kunjung Ditetapkan, Anies Baswedan Kerepotan

    "Kalau Pak Anies merasa berat sendirian, jomblo terlalu lama, sebetulnya Pak Anies bisa jadi mediator yang baik," kata Gembong dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Desember 2018.

    Sejak Sandiaga Uno mundur sebagai Wagub DKI pada Agustus lalu, Gerindra dan PKS belum juga menyepakati kandidat calon pengganti untuk dipilih DPRD DKI Jakarta.

    Dua partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI tahun lalu itu masih terlibat silang pendapat, seperti fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan.

    Menurut Gembong, Gerindra dan PKS tidak membutuhkan mediator dari partai lain, seperti PDIP. Jika Anies Baswedan menyatakan butuh seorang wakil, Gembong yakin kedua partai bakal sepakat.

    "Kalau pak Anies menyampaikan itu saya yakin beliau dua ini (Agung dan Ahmad) segera berjabat tangan," katanya menyebut Ahmad Sulhy (Wakil Ketua DPD PKS DKI) dan Agung Setiarso (Ketua DPW PKS DKI Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada) yang hadir dalam diskusi.

    Sebelumnya, terdapat perbedaan pendapat soal fit and proper test yang menjadi syarat Gerindra menyerahkan kursi Wagub DKI kepada PKS. Menurut Syarif, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI ujian itu bukan sekadar untuk pengenalan cawagub melainkan seleksi. Sedangkan PKS memahami sebaliknya.

    Bahkan, Wakil Ketua DPD PKS DKI, Ahmad Sulhy mengatakan khawatir bahwa fit and proper test tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi calon dari Gerindra. Padahal, dua partai, menurut dia, sudah sepakat untuk mengajukan calon dari PKS, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

    Simak juga: Disebut Minta Erwin Aksa Jadi Wagub DKI, Anies: Gosip

    Untuk itu, Ahmad Sulhy mengatakan ingin meminta penjelasan terlebih dahulu dari Gerindra ihwal mekanisme dan kekuatan dalam fit and proper test.

    "Kalau dia (Muhammad Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI) bilang fit and proper test hanya menyampaikan visi misi, semuanya untuk PKS, maka oke kita jalan," katanya. PDIP kini meminta Anies Baswedan menjadi penengah konflik Gerindra dan PKS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.