Kasasi Bos First Travel Ditolak, Begini Nasib Jamaah Umrohnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum jemaah First Travel Rizky Rahmadiansyah mendampingi puluhan kliennya mendatangi Inspektorat Kementerian Agama, 28 Januari 2019. Mereka keberatan pencabutan lisensi First Travel oleh Kementerian Agama. TEMPO/Imam Hamdi

    Kuasa hukum jemaah First Travel Rizky Rahmadiansyah mendampingi puluhan kliennya mendatangi Inspektorat Kementerian Agama, 28 Januari 2019. Mereka keberatan pencabutan lisensi First Travel oleh Kementerian Agama. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Agung menolak kasasi bos First TravelAndika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan serta adiknya, Siti Nuraida Hasibuan. Akibat kasasi ditolak, harapan ribuah jamaah umroh biro travel itu untuk berangkat ke tanah suci pun pupus. 

    Baca: Aset First Travel Pinjam Pakai, Pengamat Hukum: Tidak Bisa 

    Kuasa Hukum jamaah First Travel Riesqi Rahmadiansyah menyayangkan putusan kasasi MA dengan nomor perkara 3095 K/PID.SUS/2018 dan 3096 K/PID.SUS/2018. Dalam putusan itu, MA menyatakan bahwa Kasasi Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Pemilik First Travel, Andika Surachman dan Annies Desvitasari Hasibuan dengan Nomor Perkara 3096 K/PID.SUS/2018 serta Direktur Keuangan Siti Nuriada Hasibuan dinyatakan ditolak.

    “Sehingga putusan tersebut mengembalikan pada putusan Pengadilan Negeri Depok, yang menyatakan memvonis masing masing 20 tahun, 18 tahun dan 15 tahun penjara, serta merampas semua aset untuk negara," ujar Riesqi kepada Tempo, Senin, 11 Februari 2019.

    Perampasan aset untuk negara berarti tidak ada lagi cara untuk memberangkatkan jamaah melalui penjualan aset First Travel. “Sekarang nasib jamaah jadi semakin jelas, ya jelas untuk tidak berangkat,” ujarnya. 
     
    Setelah aset First Travel dirampas negara, perjanjian perdamaian di tingkat PKPU pada Pengadilan Niaga terancam batal. First Travel akan dinyatakan pailit sehingga nasib jamaah makin tidak menentu.    

    Riesqi mengatakan ada perbedaan jumlah korban menurut dakwaan jaksa dan PKPU. Versi jaksa,  ada 63.000 jamaah yang tak bisa berangkat, sedangkan menurut PKPU 58.000 Jamaah.

    Baca: Jamaah Umroh First Travel Bakal Konvoi ke Mahkamah Agung

    Untuk memperjuangkan nasib ribuan korban biro travel First Travel yang terancam batal umroh ini, Riesqi mengatakan Advokat Pro Rakyat akan segera melakukan upaya hukum. "Dalam 2-3 hari ke depan.”

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.