Anies Ambil Alih Pengelolaan Air di Jakarta, Palyja Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyediaan dan pelayanan air bersih saat memperbaiki pipa pecah di jalan Inpeksi, Jakarta, Kamis (28/4). Hingga akhir 2015, cakupan pelayanan PAM Jaya di Jakarta baru mencapai 60 persen dari luas wilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Sejumlah petugas PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyediaan dan pelayanan air bersih saat memperbaiki pipa pecah di jalan Inpeksi, Jakarta, Kamis (28/4). Hingga akhir 2015, cakupan pelayanan PAM Jaya di Jakarta baru mencapai 60 persen dari luas wilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) Lydia Astriningworo mengatakan pihaknya menyambut baik rencana pemerintah DKI Jakarta yang ingin mengambil alih pengelolaan air di Jakarta lewat PD PAM Jaya.

    "Kami menyambut baik inisiatif Pemda dan akan bekerja sama serta mendiskusikan dengan Pihak PAM Jaya yang diberikan mandat untuk menindak lanjuti inisiatif Pemda," kata Lydia dalam keterangannya, Senin malam, 11 Februari 2019.

    Baca: Tiga Opsi Anies Baswedan Hentikan Swastanisasi Air di Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memastikan pemerintah akan mengambil pengelolaan air dari PT Palyja dan PT Aetra. Selama ini, pengelolaan air di Jakarta dikuasai oleh dua perusahaan swasta itu.

    Tim Evaluasi Tata Kelola Air yang dibentuk Anies merekomendasikan tiga laternatif cara. Tiga alternatif itu adalah membeli saham perusahaan swasta, memutus kontrak secara sepihak, dan mengambil alih sebagian Water Treatment Plan (WTP) atau Instalasi Pengelolaan Air (IPA).

    Baca: Koalisi Tolak Swastanisasi Air: MK Perintahkan Putus Kontrak

    Untuk mempercepat proses pengambilalihan fasilitas pengelolaan air itu, Anies telah memerintahkan Direktur Utama PD PAM Jaya Bambang Hernowo untuk bernegosiasi dan membuat head of agreement dengan dua perusahaan swasta itu. Tindakan tersebut, kata Anies, sebagai langkah awal dalam pengambilalihan pengelolaan air secara perdata.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Lydia mengatakan pihaknya masih menunggu pembicaraan lebih lanjut dengan PD PAM Jaya soal rencana pengambilalihan pengelolaan air di Jakarta. Karena itu, kata dia, Palyja belum dapat banyak berkomentar. "Kami belum dapat memberi komentar lebih jauh sampai pembicaraan dan diskusi dengan PAM Jaya mencapai kesimpulan yang lebih definitif," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.