Jokowi Minta Anies Integrasikan Lembaga Transportasi Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wartawan dan pekerja berada di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. MRT Jakarta direncanakan menjadi bagian program terintegrasi transportasi di Jakarta bernama Jak Lingko yang akan mengintegrasikan moda angkutan MRT, LRT dan TransJakarta. ANTARA

    Sejumlah wartawan dan pekerja berada di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. MRT Jakarta direncanakan menjadi bagian program terintegrasi transportasi di Jakarta bernama Jak Lingko yang akan mengintegrasikan moda angkutan MRT, LRT dan TransJakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menugaskan pemerintah DKI Jakarta untuk membentuk badan pengelolaan transportasi terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan pemerintah daerah bakal menggabungkan lembaga transportasi Jabodetabek yang sudah ada, bukan membentuk lembaga baru.

    Misalnya adalah mengintegrasikan PT Mass Rapid Transit, LRT Jakarta, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Jokowi, kata Anies, menyebut penggabungan ini dengan istilah entitas.

    Baca: DPRD Usul Gratiskan Tarif MRT dan LRT, Anies: Tidak Mungkin

    "Entitas baru ini adalah mengintegrasikan dari yang sudah ada, kemudian entitas baru ini nantinya yang akan melaksanakan pengelolaan tansportasi di DKI," kata Anies di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Maret 2019.

    Jokowi meminta Anies untuk merampungkan pembuatan lembaga ini pada Juli 2019. Nantinya, badan pengelola transportasi terintegrasi itu berada dalam naungan pemerintah DKI Jakarta.

    Anies memaparkan, pengelolaan transportasi Jabodetabek akan menjadi satu arah di bawah kendali badan ini. Subsidi pun langsung diberikan untuk badan tersebut, bukan masing-masing BUMD atau BUMN transportasi.

    "Sekarang nih misalnya Jakarta memberi subsidi untuk TJ sendiri, untuk MRT sendiri, untuk LRT sendiri. Kalau nanti terintegrasi akan bisa satu subsidi untuk semuanya," kata Anies.

    Baca: JK Usul Pembentukan Otoritas Pengelola Transportasi Jabodetabek

    Keputusan ini merupakan hasil rapat terbatas antara pemerintah pusat dengan pemerintah DKI pada Senin, 18 Maret lalu. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan membentuk badan pengelola transportasi baru di wilayah Jabodetabek. Badan ini akan menjadi wadah koordinasi para kepala daerah di wilayah tersebut.

    JK ingin kepala daerah mengkoordinasikan langsung pengelolaan transportasi Jabodetabek agar lebih efektif. Ia ingin badan tersebut juga mengintegrasikan moda transportasi penyambung Jakarta dan sekitarnya sehingga kemacetan bisa diatasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.