Tarif MRT dan LRT Diketok, Anies Hubungi Ketua DPRD DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) didampingi Dirut MRT William Sabandar (kanan) dan Dirut Transjakarta Agung Wicaksono (kiri) saat meninjau halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019. Halte Bundaran HI yang terintegrasi dengan Stasiun MRT, masih memiliki kekurangan dari segi aksesibilitas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) didampingi Dirut MRT William Sabandar (kanan) dan Dirut Transjakarta Agung Wicaksono (kiri) saat meninjau halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019. Halte Bundaran HI yang terintegrasi dengan Stasiun MRT, masih memiliki kekurangan dari segi aksesibilitas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengkomunikasikan soal nilai tarif MRT dan LRT dengan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah DKI Saefullah usai melaporkan hasil penetapan tarif oleh anggota dewan ke Anies.

    "Ada komunikasi antara eksekutif dan legislatif, antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD bahwa kita ingin memanfaatkan ruang komunikasi yang lebih baik lagi untuk nanti kita tetapkan harga tarif yang terbaik," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.

    Baca: Alasan DPRD Tentukan Tarif MRT di Bawah Usulan Pemprov DKI

    Saefullah mengatakan masih ada ruang untuk mendiskusikan tarif MRT dan LRT bersama anggota dewan. Menurut dia, pemerintah daerah bakal memanfaatkan sisa empat hari kerja menjelang waktu operasional komersil MRT pada 1 April 2019.

    Tujuannya, kata Saefullah, agar tarif bisa ditetapkan di angka yang terjangkau untuk masyarakat sekaligus memenuhi kepentingan BUMD. "Angka yang terjangkau oleh masyarakat tapi secara kepentingannya ini feasible buat BUMD kita juga," ujarnya.

    Hari ini Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi telah mengetok palu soal besaran tarif MRT Lebak Bulus-Bundaran HI dan LRT Kelapa Gading-Velodrome. Nilainya, yakni Rp 8.500 per 10 kilometer untuk MRT dan Rp 5.000 untuk LRT.

    Baca: Sekda DKI Sebut Tarif MRT dan LRT Masih Bisa Dinegosiasikan

    Saefullah langsung melapor ke Anies usai penetapan itu. Dia menghadap Anies bersama dengan Direktur Utama PT Mass Rapid Transit William Sabandar, Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono, pelaksana tugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, dan Asisten Sekda Bidang Perekonomian Pemprov DKI Jakarta Sri Haryati.

    Pembahasan tarif dan subsidi moda transportasi baru itu sebelumnya dilakukan pemda bersama Komisi B dan Komisi C DPRD. Pemda mengusulkan tarif MRT rata-rata senilai Rp 10 ribu dan LRT Rp 6.000. Penetapan tarif harus dikeluarkan sebelum waktu operasional komersial MRT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.