Alasan MRT Jakarta Tak Sediakan Tempat Sampah di Dalam Stasiun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana stasiun MRT Bundaran HI, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    Suasana stasiun MRT Bundaran HI, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta sengaja tidak menyediakan tempat sampah di dalam stasiun MRT. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan kebijakan itu diambil untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membawa potensi sampah ke dalam stasiun.

    Baca: Testimoni Pekerja Naik MRT Jakarta: Sangat Hemat Waktu

    “Misalnya jangan sampai karena ada tempat sampah lalu ada yang makan atau minum di kereta lalu bungkusnya dibuang di tempat sampah stasiun,” ucap Kamaluddin lewat pesan pendek, Ahad malam, 31 Maret 2019.

    Salah satu aturan yang diterapkan di stasiun MRT adalah para pengunjung dilarang makan atau minum setelah memasuki gerbang tiket.

    Kamaluddin mengatakan telah menyiapkan langkah-langlah untuk mengantisipasi pengunjung yang masih bandel. “Sosialisasi akan terus kami jalankan secara konsisten. Peringatan dari staf kami juga lebih intensif,” ucap dia.

    Akibat tak ada tempat sampah di dalam stasiun, sampah pun berserakan di stasiun MRT Bundaran HI pada Ahad pagi. Umumnya sampah itu berupa kantong plastik bekas makanan serta botol plastik minuman. 

    Banyak penumpang MRT juga masih makan dan minum di dalam stasiun, bahkan lesehan di lantai sambil makan Popmie.    

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Ahad pekan lalu menyayangkan perilaku masyarakat yang melanggar aturan seperti makan dan minum di stasiun selama uji coba publik MRT.

    “Ada dua yang dievaluasi. Pertama, lifestyle dari masyarakat. Masyarakat kurang tertib, makan di stasiun, gelantungan, itu viral. Saya mengharapkan ada kultur baru dan kita memang harus menyesuaikan,” ujar Budi Karya saat menghadiri peresmian MRT di stasiun MRT Istora Mandiri, 24 Maret 2019.

    Baca: Hari Pertama, Penumpang Tak Bisa Keluar Stasiun, Dirut MRT Jakarta Janji Evaluasi

    Selain tidak makan dan minum di kereta maupun di Stasiun MRT, menurut Budi, secara etik di dalam MRT Jakarta masyarakat diharap tidak banyak berbicara dan membatasi penggunaan ponsel genggam. Budi juga meminta kepada pihak MRT untuk mempersiapkan tim yang bisa menegur dengan tegas mereka yang melanggar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.