Hari Buruh, Begini Rekayasa Lalin Besok di Istana dan Istora GBK

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh menggelar aksi Hari Buruh Internasional di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, 1 Mei 2018. Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para kaum buruh. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Sejumlah buruh menggelar aksi Hari Buruh Internasional di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, 1 Mei 2018. Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para kaum buruh. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa lalu lintas terkait peringatan Hari Buruh alias May Day pada Rabu, 1 Mei 2019 besok di seputaran Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

    Rekayasa juga diberlakukan di seputaran kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

    Baca : Hari Buruh 1 Mei, Polda Metro Kerahkan 25 Ribu Personel Jaga Istana

    Kepala Sub Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Jamal mengatakan pengalihan dan penutupan arus akan bersifat fleksibel. "Menyesuaikan dengan perkembangan situasi arus dan kebutuhan," ujar dia lewat pesan pendek pada Senin, 30 April 2019.

    Polisi memperkirakan sekitar 30 hingga 40 ribu orang akan terlibat dalam peringatan Hari Buruh di wilayah DKI Jakarta. Setidaknya, Polda Metro Jaya telah menerima 14 Izin pemberitahuan aksi oleh sejumlah serikat buruh.

    Berdasarkan data yang Jamal kirimkan, setidaknya ada sembilan titik arus lalu lintas di sekitar Istana Negara yang direkayasa. Berikut adalah rinciannya:

    - Arus lalu lintas dari Jalan M.H. Thamrin yang menuju ke Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Kebon Sirih.
    - Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang menuju ke Jalan Budi Kemuliaan akan diluruskan ke Jalan Fachrudin.
    - Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang mengarah ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Tanah Abang I.
    - Arus lalu lintas dari Jalan Suryopranoto menuju Jalan Majapahit dialihkan ke Jalan Ir H. Juanda.
    - Arus lalu lintas dari Lapangan Banteng Barat (Mesjid Istiqlal) yang menuju ke Harmoni dialihkan di Tugu Adipura kanan arah Pasar Baru untuk memutar balik.
    - Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur ke Jalan Medan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira.
    - Arus lalu lintas dari Jalan M.I. Ridwan Rais yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.

    Baca : Siap-siap, Polda Metro Menerima 14 Izin Demonstrasi Hari Buruh

    Selain itu, berikut rekayasa lalu lintas di sekitar kompleks SUGBK, tepatnya untuk acara peringatan Hari Buruh di Istora Senayan, Jakarta Pusat:

    - Arus lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto yang akan menuju ke Jalan Gerbang Pemuda diarahkan lurus ke arah Slipi.
    - Arus lalu lintas dari arah Slipi akan diluruskan terus ke Semanggi, tidak diperbolehkan menuju jalan layang Ladokgi ke Jalan Gerbang Pemuda.
    - Arus lalu lintas dari Bundaran Senayan menuju Jalan Pintu Satu Senayan akan diluruskan ke Jalan Jenderal Sudirman arah Semanggi.
    - Arus lalu lintas dari Jalan Moestopo yang menuju ke Jalan Asia Afrika dibelokkan ke kanan menuju Jalan Hang Tuah Raya.
    - Arus lalu lintas dari Jalan Patal Senayan 1 yang menuju ke Jalan Asia Afrika dibelokkan ke kiri, arah Jalan tentara Pelajar.
    - Arus lalu lintas dari arah Gedung Manggala Wanabakti yang menuju ke Jalan Lapangan Tembak diluruskan ke arah Jalan Tentara Pelajar.

    Simak pula : Hari Buruh 1 Mei, Prabowo Dijadwalkan Berpidato di Stadion GBK

    Terkait pengamanan, sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan ada 1.500 personel gabungan untuk mengamankan aksi Hari Buruh di Istora Senayan dan 25 ribu personel di Istana Negara. Argo menyebutkan peringatan Hari Buruh kemungkinan akan digelar di beberapa titik lain di Jakarta. Polres hingga Polsek setempat pun sudah diimbau untuk melakukan pengamanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.