Stok Bawang Putih DKI Defisit Ribuan Ton, Ini Kata Kementan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang bawang putih. TEMPO/Imam Sukamto

    Pedagang bawang putih. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO Jakarta - Pasokan bawang putih di DKI Jakarta mengalami defisit hingga ribuan ton menjelang ramadan. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta menyebutkan selain bawang putih, stok pangan yang lain aman. 

    Baca: DKI Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan, Kecuali Bawang Putih

    "Untuk stok pangan menjelang Ramadan semuanya aman selain Bawang Putih," ujar kepala DKPKP Darjamuni saat ditemui di kantornya Jumat 3 Mei 2019. 

    Defisit bawang putih sebanyak 2.000 ton itu disebabkan kendala dalam proses impor beberapa waktu lalu. 

    Namun DKPKP menjamin pekan ini pasokan Bawang Putih akan terpenuhi. "Dalam minggu ini kami jamin stok Bawang Putih sudah aman karena sudah dalam proses impor Kementan," ujarnya. 

    Kementerian Pertanian mengakui komoditas Bawang Putih mengalami defisit sehingga memicu kenaikan harga di pasar mencapai Rp 50.000/kg dari harga normal di kisaran Rp 30.000/kg. 

    Manager Toko Tani Indonesia Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi mengatakan, saat ini impor Bawang Putih sebanyak 115 ribu ton sudah sampai. Pasokan impor tersebut akan menekan harga Bawang Putih dalam beberapa hari ke depan.

    Baca: Menjelang Ramadan, Harga Merayap Naik di Pasar Induk Kramat Jati

    "Kemarin sudah berlabuh impor Bawang Putih 115 ribu ton, untuk memenuhi kebutuhan saat Bulan Ramadan," ujarnya saat dihubungi Jumat, 3 Mei 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.