Selama Ramadan, Baju Kurta Diburu di Pasar Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pembeli memilih sajadah di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019. Berbagai macam busana muslim ditawarkan dengan kisaran harga Rp30.000 sampai Rp700.000 per helainya. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Calon pembeli memilih sajadah di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019. Berbagai macam busana muslim ditawarkan dengan kisaran harga Rp30.000 sampai Rp700.000 per helainya. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Baju kurta menjadi pakaian muslim pria yang paling banyak dicari pembeli di Pasar Tanah Abang selama Ramadan. 

    Baca: Parkir Liar di Tanah Abang Patok Tarif Hingga Rp 50 Ribu

    Penggunaannya yang praktis dan memberikan kesan beda, menjadi alasan kurta semakin diminati. Bahkan, pada Ramadan ini penjualan Kurta semakin mendekati penjualan baju Koko.

    Dedi, penjaga toko Jibril Koko, menuturkan bahwa tokonya tidak pernah lama menyetok baju Kurta, karena kerap diborong pembeli dari luar Jabodetabek.

    "Mungkin karena kalau pakai Kurta nggak seribet pakai gamis, namun tetap berbeda dengan baju Koko biasa," kata Dedi, saat ditemui di tokonya yang berada di Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta, Selasa 7 Mei 2019.

    Untuk mengenakan kurta, pengguna tidak perlu repot memasang kancing seperti layaknya baju Koko. Pengguna juga tidak perlu khawatir ujung pakaian terbelit kaki sebagaimana yang mungkin terjadi pada baju Gamis.

    Dari sejarahnya, Kurta merupakan pakaian longgar asal Asia Selatan seperti Pakistan, India, Afghanistan dan Sri Lanka, yang panjangnya bisa sampai selutut. Untuk versi yang lebih pendek, pakaian ini disebut Kurti. Namun di Indonesia, penyebutan Kurti tidak populer.

    Baju Koko

    Di tempat asalnya, Kurta lebih banyak menggunakan warna-warna pastel. Namun seiring perkembangan zaman, Kurta kini juga hadir dengan warna-warna yang lebih berani dan dihiasi beraneka bordir.

    Di Pasar Tanah Abang Blok B, Kurta, atau yang oleh beberapa pedagang disebut sebagai setelan atau koko Pakistan, rata-rata dijual dengan harga Rp250.000 untuk yang lengan panjang, sedangkan untuk lengan pendek dijual seharga Rp230.000.

    Sementara itu, baju Koko masih tetap diminati oleh para pembeli, baik untuk dijual lagi maupun untuk dipakai sendiri.

    "Baju Koko mah gak ada matinya. Apalagi sekarang baju Koko makin "genit," dengan berbagai hiasan bordir," tutur Wawan, penjaga toko Kishni Collection di Pasar Tanah Abang Blok B.

    Baju-baju Koko yang dijual di Pasar Tanah Abang memiliki berbagai tingkatan, dari yang terbuat dari bahan biasa dan model sederhana, sampai baju Koko yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi dengan model kekinian.

    Baca: Menjelang Lebaran, Transaksi di Pasar Tanah Abang Rp 220 Miliar Per Hari

    Warna baju Koko yang dijual di Pasar Tanah Abang selama bulan Ramadan ini juga beraneka ragam. Walau demikian, untuk baju Koko rata-rata warna yang digunakan adalah warna-warna lembut seperti biru muda atau warna pastel.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.