DKI Ungkap Efek Kerusuhan 22 Mei: 58 Orang Masih Dirawat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tersangka dihadirkan dalam rilis barang bukti Ambulans Partai Gerindra yang membawa batu di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Mei 2019. Polisi mengamankan Ambulans Partai Gerindra yang dibawa dari Tasikmalaya bernomor polisi B 9686 PCF yang membawa batu diduga untuk kerusuhan 22 Mei serta uang sebesar Rp 1.200.000 dan sejumlah telpon genggam. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah tersangka dihadirkan dalam rilis barang bukti Ambulans Partai Gerindra yang membawa batu di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Mei 2019. Polisi mengamankan Ambulans Partai Gerindra yang dibawa dari Tasikmalaya bernomor polisi B 9686 PCF yang membawa batu diduga untuk kerusuhan 22 Mei serta uang sebesar Rp 1.200.000 dan sejumlah telpon genggam. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan 905 orang luka dan 8 tewas akibat kerusuhan 22 Mei 2019 yang dimulai pada 21 Mei. "Yang masih dalam perawatan di rumah sakit sebanyak 58 orang," katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 24 Mei 2019.

    Dia menyebutkan, dari posko lapangan (ambulans) sebanyak 159 orang, dari 20 rumah sakit sebanyak 732 orang, dan dari dua puskesmas tercatat merawat 14 orang. "Korban paling banyak berusia 20-29 tahun sebanyak 360 orang atau 40 persen dari total."

    BacaPolisi Kantongi Rekaman Pembicaraan Aktor Kerusuhan 22 Mei

    Kerusuhan sejak 21 Mei tersebut terjadi akibat massa pendukung Prabowo Subainto-Sandiaga Uno memprotes hasil Pilpres 2019 yang dimenangi Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka menggeruduk Gedung Bawaslu RI di Jalan MH Thamrin. Kerusuhan merembet ke Tanah Abang, Petamburan, Slipi, dan Jalan Wahid Hasyim. Massa membubarkan diri setelah Prabowo memerintahkan mereka menyudahi unjuk rasa.

    Widyastuti menerangkan, yang ditangani berupa luka ringan yakni lecet, sobek, memar, iritasi mata sebanyak 578 orang. Untuk luka berat meliputi patah tulang, cedera kepala, luka akibat benda tajam dan benda tumpul (95 orang). Ada pula yanhg menderita tekanan darah tinggi, ISPA, dan pingsan (224 orang).

    Baca jugaAyah Korban Kerusuhan 22 Mei: Kalau Begini, Siapa yang Nanggung? 

    Delapan orang yang meninggal semuanya pria berusia 16 sampai 31 tahun, masing-masing 4 dari Jakarta, dua dari Tangerang, satu dari Depok, dan satu dari Pandeglang. Tiga jenazah dari RSUD Tarakan dan dua dari RS Pelni yag dirujuk ke RS Polri, satu dari RS Budi Kemuliaan dirujuk ke RSCM, satu dari RSAL Mintoharjo dirujuk ke RS Polri, serta satu dari RS Dharmais dirujuk ke RS Polri.

    "Empat yang meninggal yang dirujuk ke RS Polri dilakukan autopsi. Empat jenazah lainnya, keluarga menolak dilakukan autopsi," ujar Widyastuti tentang delapan orang meninggal akibat kerusuhan 22 Mei 2019.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi