Cerita Tetangga Soal Helmi Iwan Pembuat Senjata Api Rakitan Raib

Rumah Helmi Kurniawan alias Iwan di RT02 RW13, Kelurahan/Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Iwan diduga merakit senjata api jenis Majer Cold 22 yang digunakan saat aksi 22 Mei lalu, Selasa 28 Mei 2019. TEMPO/Ade Ridwan

TEMPO.CO, Bogor -Rumah Helmi Kurniawan alias Iwan, tersangka perakit senjata api, di Komplek Perumahan Visar Indah Pratama 2, RT02 RW 13, Kelurahan/Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dibiarkan kosong selama kurang lebih satu minggu. Hal itu diakui oleh beberapa tetangga Helmi.

Diketahui, Helmi diringkus aparat kepolisian karena diduga merakit senjata api jenis Majer Cold 22 yang digunakan dalam kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019.

Baca : Istri Tak Percaya Irfansyah Eksekutor Pembunuh Tokoh Nasional

“Pokoknya semenjak sebelum aksi 22 Mei aja tuh dia nggak keliatan,” kata tetangga Helmi yang tak ingin disebutkan namanya tersebut, kepada Tempo, Selasa 28 Mei 2019.

Ia mengatakan, Helmi dikenal sebagai mantan tentara yang pernah dipecat saat kejadian bumi hangus di Timor Timor beberapa waktu silam.

“Kata dia sih, dia termasuk salah satu Danru atau apa gitu, yang kena pecat karena kejadian bumi hangus Timor Timor,” katanya.

Helmi telah mendiami rumah itu kurang lebih selama 5 tahun. “Dia beli rumah dari orang, tiga rumah dijadikan satu,” katanya. Ia pun tidak menyebutkan dari siapa Helmi membeli rumahnya tersebut.

Tetangga lainnya, sebut saja Pakde mengatakan, Helmi sering menyediakan jasa pengawalan bos-bos besar mengingat aktifitasnya penggemar mobil Jeep.

“Helmi sering dulu kedatangan tamu, karena memang dia aktif di organisasi jeep, dan dia juga sering mengawal bos-bos yang ingin ke Megamendung dan sebagainya,” kata Pakde.

Rumah Helmi Kurniawan alias Iwan di RT02 RW13, Kelurahan/Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang luas dan sejuk. Ada satu mobil Jip Wangler warna putih terparkri di garasi. Iwan diduga merakit senjata api jenis Majer Cold 22 yang digunakan saat aksi 22 Mei kemarin, Selasa 28 Mei 2019. TEMPO/Ade Ridwan

Helmi ditangkap pada Selasa 21 Mei 2019 sekitar pukul 11.30, di Hotel Megaria Cikini, Jakarta Pusat. Helmi diduga sebagai leader mencari senjata api sekaligus juga mencari eksekutor, tapi juga sekaligus menjadi eksekutor.

Helmi memimpin tim turun pada aksi 21 Mei 2019 dengan membawa sepucuk senjata revolver Taurus cal 38. Dari aktifitas itu diduga HK menerima uang Rp 150 juta. Helmi dijerat dengan Pasal 1 Undang-Undang Darurat 1951 seumur hidup atau selama-lamanya.

Baca juga :
Perampokan dengan Senjata Api, Warga Bogor Kehilangan Avanza

Pantauan Tempo di lokasi, rumah Helmi sepi. Dan terkuniHanya ada satu buah sepeda anak-anak berwarna pink dan sebuah mobil jeep putih nopol B 1218 GU. Dibagian kaca depan mobil tersebut bertuliskan #2019PrabowoPresiden

Kepala Polres Bogor, Ajun Komisaris Besar Andy M Dicky enggan berkomentar terkait penangkapan tersebut, “Langsung ke Polda Metro Jaya aja,” katanya di Mapolres Bogor, Selasa 28 Mei 2019 terkait ditangkapnya seorang perakit senjata api.






Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

9 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


TNI-Polri Tangkap 2 Orang yang Diduga Jual Senjata untuk KKB

14 hari lalu

TNI-Polri Tangkap 2 Orang yang Diduga Jual Senjata untuk KKB

Aparat gabungan TNI-Polri menangkap dua orang yang diduga akan menjual senjata untuk KKB di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.


Dalam Situasi Apa Polisi Boleh Menembak Pelaku Kriminal?

15 hari lalu

Dalam Situasi Apa Polisi Boleh Menembak Pelaku Kriminal?

Salah satu kewenangan yang dimiliki polisi adalah kewenangan tembak di tempat. Dalam situasi apa mereka boleh menembak di tempat?


Anton Gobay Sebut Foto dengan Lukas Enembe Hoaks

19 hari lalu

Anton Gobay Sebut Foto dengan Lukas Enembe Hoaks

Anton Gobay memberikan klarifikasinya perihal foto bersama Gubernur Papua Lukas Enembe yang beredar di dunia maya.


WNI asal Papua yang Kena Kasus Senjata Api Ilegal Pernah Sekolah Pilot di Filipina

23 hari lalu

WNI asal Papua yang Kena Kasus Senjata Api Ilegal Pernah Sekolah Pilot di Filipina

Polisi mencurigai senjata api ilegal yang dibeli warga Papua di Filipina itu akan diselundupkan ke Indonesia.


Polri Mengkonfirmasi WNI Ditahan di Filipina dalam Kasus Senjata Api Ilegal

23 hari lalu

Polri Mengkonfirmasi WNI Ditahan di Filipina dalam Kasus Senjata Api Ilegal

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Anton Gobay beroperasi dengan menggunakan nama samaran.


Perampok Bersenjata Api Beraksi di Toko Ponsel PS Store Milik Putra Siregar

25 hari lalu

Perampok Bersenjata Api Beraksi di Toko Ponsel PS Store Milik Putra Siregar

Polisi kini tengah memburu perampok yang beraksi seorang diri di toko ponsel PS Store milik Putra Siregar pada Minggu malam.


Polri Kirim Tim Investigasi Usut WNI Papua yang Ditangkap karena Kepemilikan Senjata Api Berat di Filipina

25 hari lalu

Polri Kirim Tim Investigasi Usut WNI Papua yang Ditangkap karena Kepemilikan Senjata Api Berat di Filipina

Mabes Polri memberangkatkan tim ke Filipina untuk berkoordinasi melakukan investigasi gabungan dalam kasus WNI asal Papua bawa senjata api


Kapolri Perintahkan Hubinter Koordinasi dengan Kepolisian Filipina Soal WNI Bawa Senjata Api

25 hari lalu

Kapolri Perintahkan Hubinter Koordinasi dengan Kepolisian Filipina Soal WNI Bawa Senjata Api

Polri berkoordinasi dengan kepolisian Filipina mengenai penangkapan seorang WNI terkait kasus kepemilikan puluhan senjata api.


Ricky Rizal Sebut Tindakan Mengamankan Senjata Api Yosua atas Insiatif Pribadi

26 hari lalu

Ricky Rizal Sebut Tindakan Mengamankan Senjata Api Yosua atas Insiatif Pribadi

Ricky Rizal mengatakan tindakan dia mengamankan senjata api milik Yosua saat di rumah Magelang pada 7 Juli lalu karena inisiatif pribadi.