Kisah Penjaga Toko Tanah Abang Diduga Jadi Korban Salah Tangkap

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan mencari kakaknya, yang ditangkap saat aksi 22 Mei, di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, 28 Mei 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Seorang perempuan mencari kakaknya, yang ditangkap saat aksi 22 Mei, di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, 28 Mei 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penjaga toko di Pasar Tanah Abang bernama Aan (18) diduga menjadi korban salah tangkap polisi setelah pulang sahur bersama pada 22 Mei 2019. 

    Baca: Pengakuan Pemuda Kampung Bali Saat Tahu Kerusuhan 22 Mei Didanai

    Aan dan temannya Agus kini berada di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Jakarta Timur, bersama puluhan remaja lain yang diciduk pada saat kerusuhan 22 Mei di seputaran Tanah Abang. 

    Keberadaan Aan di panti itu diungkap adiknya Atikah, 16 tahun. Gadis itu mencari kakaknya di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Jakarta Timur, Selasa, 28 Mei 2019. 

    "Saya mau menjenguk kakak saya dan temannya. Kata polisi di Polsek Palmerah ada di Panti Handayani," kata Atikah saat ditemui di PSMP Handayani.

    Saat ditemui Tempo, Atikah masih tertahan di pos pengamanan PSMP Handayani. Atikah ditahan karena tidak membawa fotokopi KTP, Kartu Keluarga dan akta kelahiran kakaknya. "Saya tunjukkan foto KK keluarga saya juga belum bisa. Saya sekarang lagi menunggu kakak saya datang untuk membawa berkasnya agar bisa menjenguk Aan."

    Ia menjelaskan kakaknya diduga ditangkap di kawasan Slipi, Jakarta Barat, pada Rabu pagi, 22 Mei lalu saat terjadi kerusuhan antara massa dengan polisi. Saat itu, Aan dan temannya serta dirinya baru pulang dari sahur bersama di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

    Mereka menumpang taksi online untuk pulang ke indekos. Atikah dan temannya turun lebih dahulu karena indekosnya berada di kawasan Tambora. Sedangkan Aan dan Agus tinggal di kawasan Tanah Abang.

    Keduanya tinggal di Tanah Abang, karena mereka bekerja di toko bahan pakaian di kawasan pasar busana tersebut. "Sampai sekarang saya belum mengetahui sebenarnya ada di mana kakak saya dan temannya."

    Atikah menuturkan baru mengetahui kakaknya ditangkap dan berada di Polsek Palmerah pada Sabtu malam, 25 Mei 2019. Setelah mengetahui kakaknya ditangkap dan ditahan di Polsek Palmerah, Atikah dan kakaknya Usman, 22 tahun, mendatangi kantor polisi tersebut.

    Namun, kata dia, polisi di Polsek Palmerah menyatakan Aan dan Agus belum bisa ditemui. Lalu, pada Senin kemarin, Atikah dan Usman kembali lagi ke Polsek Palmerah, tapi petugas di sana menyatakan Aan dan Agus sudah berada di PSMP Handayani. "Hari ini saya mau menjenguknya."

    Baca: Video Brimob Gebuki Pria di Tanah Abang, Saksi: Itu Memang Andri

    Menurut Atikah, kakaknya dan Agus tidak terlibat dalam kerusuhan 22 Mei di Tanah Abang dan Petamburan. Aan dan Agus terjebak di dalam lokasi kerusuhan karena sopir taksi online menurunkan mereka berdua di Slipi. "Sopir taksinya katanya takut mengantar ke Tanah Abang," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.