Anies Jalankan Proyek Lidah Mertua Kurangi Polusi Udara Jakarta

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah lampu merah terlihat diselimuti kabut dan asap polusi di Jakarta, 27 Juli 2018. REUTERS/Beawiharta

    Sebuah lampu merah terlihat diselimuti kabut dan asap polusi di Jakarta, 27 Juli 2018. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang melelang pengadaan jumlah besar tanaman jenis lidah mertua (Sansevieria trifasciata) untuk ditanam di atap-atap gedung perkantoran di ibu kota. Ini adalah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.   

    "Sudah ada proses lelang dan saat ini sedang masuk masa sanggah. Mudah-mudahan akhir Juli sudah bisa mulai pelaksanaan di lapangan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, Jumat 19 Juli 2019.

    Dia menerangkan, rencananya penanaman dilakukan pertama-tama di atap kantor dinas yang dipimpinnya sebagai percontohan awal. Selanjutnya diharapkan bisa diperluas ke kantor suku dinas dan wali kota. 

    Tidak hanya gedung perkantoran pemerintahan, Darjamuni berharap proyek lidah mertua juga akan diterapkan di gedung-gedung swasta di seluruh wilayah DKI Jakarta. Tanaman jenis itu diyakini bisa efektif sebagai antipolutan sama halnya ketika biasa ditempatkan di dalam ruangan. 

    "Sekian banyak gedung di Jakarta, kalau bisa kita tempatkan lidah mertua kan bisa membantu mengurangi polusi udara," katanya sambil menambahkan, "Maka itu kami melakukan lelang karena butuh banyak tanaman untuk ditempatkan di atap-atap gedung ibu kota," 

    Darjamuni tak merinci anggaran yang disiapkan untuk Proyek Lidah Mertua ini. 
    Selain lidah mertua, Dinas KPKP DKI Jakarta juga merencanakan sistem tanam hidroponik di beberapa kantor instansi pemerintahan dengan konsep taman dinding atau wall garden. 

    Konsep wall garden bukan cuma diproyeksikan untuk menekan polusi udara. Tapi sebagai bagian dari gerakan penghijauan sekaligus menambah nilai estetika bangunan perkantoran di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.