Lebaran Betawi 2019, Ini Jajanan Gratis Khas Kepulauan Seribu

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buah sukun. wikipedia.org

    Buah sukun. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat pengunjung Lebaran Betawi 2019 dapat menikmati makanan gratis di stand Kepulauan Seribu. None Kepulauan Seribu, Floretta Feny, mengatakan setiap hari tersedia makanan khas dari lima pulau di Kepulauan Seribu.

    "Disajikan makan khas dari pulau-pulau karena memang beda-beda," kata Floretta di area Lebaran Betawi 2019, Monas, Jakarta Pusat, hari ini, Sabtu, 20 Juli 2019.

    Dari pantauan Tempo, di area stand Kepulauan Seribu terdapat lima replika rumah kecil. Dekorasi seluruh rumah tampak sama dengan dominasi cat biru dan kuning. Yang membedakan adalah panitia menyuguhkan makanan khas dari lima pulau yang diletakkan di masing-masing rumah. Kelima pulau itu adalah Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, dan Kepulauan Seribu.

    Makanan khas Kepulauan Seribu antara lain puk cue, pempek dengan sambal kacang, khas Pulau Untung Jawa. Serta sukun khas Pulau Pari dan es rumput laut dari Pulau Panggang. Namun, menurut Floretta, seluruh makanan sudah habis sejak 14.00 WIB. "Sekitar jam 10-11 warga ngantre rame banget.'

    Gerbang merah muda untuk memasuki area stand Kepulauan Seribu itu terbuka untuk umum. Setelah melewati gerbang tampak satu replika rumah besar. Panitia menyediakan kursi dan meja makan di dalamnya. Tersedia juga makanan berat berupa nasi dan lauk yang bisa warga santap gratis. Namun, pada pukul 14.53 makanan sudah amblas.

    Pemerintah DKI Jakarta bersama Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar Lebaran Betawi ke-12 pada 19-21 Juli 2019. Acara ini menyuguhkan pelbagai budaya, kuliner, hingga musik khas Betawi.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.