29 Pencari Suaka di Kalideres Kembali Dilarikan ke RS Siloam

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Siloam saat melakukan bakti Sosial dengan memberikan layanan kesehatan bagi para pencari suaka di eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat 26 Juli 2019. TEMPO/MUH HALWI

    Rumah Sakit Siloam saat melakukan bakti Sosial dengan memberikan layanan kesehatan bagi para pencari suaka di eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat 26 Juli 2019. TEMPO/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 29 orang pencari suaka yang mengungsi di bekas Gedung Kodim Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat kembali dilarikan ke Rumah Sakit Siloam.

    "Ya, pagi tadi ada 29 orang yang dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Tarmijo Damanik saat ditemui di lokasi pengungsian, Sabtu, 27 Juli 2019.

    Damanik mengatakan para pengungsi yang meliputi orang dewasa hingga anak-anak memang banyak yang mengeluhkan kesehatan. "Ada yang sakit perut, demam tinggi," ujarnya.

    Menurut Damanik, kondisi pengungsian yang kondisinya masih serba kekurangan menjadi salah satu penyebabnya. "Karena kondisinya masih darurat seperti ini rentan penyakit, terutama bagi anak-anak," ujarnya.

    Damanik mengatakan para pengungsi itu baru mendapatkan bantuan medis dari Rumah Sakit Siloam sejak Jumat, 26 Juli lalu. Kemarin, ada 30 pengungsi yang dirujuk ke rumah sakit karena kondisi kesehatan yang memburuk.

    "Yang emergency banget untuk dirujuk malam ini sebenarnya satu orang. Tapi kami punya list sebanyak 30 orang," ujar Venderia, seorang dokter yang menjadi koordinator bakti sosial RS Siloam.

    Seorang di antaranya adalah balita berusia dua bulan yang mengalami dehidrasi berat. "Ada juga pengidap hipertensi dan badannya mati sebelah, usia 50an tahun dari Afganistan," kata Venderia.

    Saat ini, di lokasi pengungsian terdapat sekitar 1.400 pencari suaka dari berbagai negara di Timur Tengah dan sejumlah negara lainnya. Mereka telah berada di sana hampir dua pekan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.