Kota Bekasi Bangun Sekolah untuk Penyandang Disabilitas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar Sekolah Dasar penyandang Disabilitas berjalan bergandengan disela peluncuran program Bis sekolah khusus di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin, Cawang, Jakarta, 2 Februari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah pelajar Sekolah Dasar penyandang Disabilitas berjalan bergandengan disela peluncuran program Bis sekolah khusus di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin, Cawang, Jakarta, 2 Februari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi akan membangun sekolah khusus untuk penyandang disabilitas di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, persis di belakang Kantor Polres Metro Bekasi Kota. Dana yang digelontorkan untuk pembangunan proyek sekolah itu sebesar Rp 4,8 miliar dari APBD 2019.

    "Di lokasi itu sudah ada bangunan sekolah dasar, sehingga direhab total untuk dijadikan sekolah khusus disabilitas," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, Rabu, 13 Agustus 2019.

    Menurut Ina, gedung baru tersebut bisa mulai efektif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar bagi siswa difabel pada tahun depan. Pemerintah, kata dia, bakal mengebut penyediaan sarana dan prasarana tahun ini. "Di sekolah itu nantinya ada jenjang SD dan SMP," kata dia.

    Adapun pengelolaannya, kata Ina, sepenuhnya berada di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Kota Bekasi hanya menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. "Mudah-mudahan bisa menampung siswa penyandang disabilitas yang ada di Kota Bekasi," ujarnya.

    Sejauh ini, kata Ina, belum ada sekolah khusus disabilitas di Kota Bekasi. Beberapa orang tua siswa disabilitas menyekolahkan anaknya di sejumlah sekolah inklusi. Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, para penyandang disabilitas mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

    Salah satu orang tua siswa penyandang disabilitas, Teresia menyambut baik rencana pemerintah membangun sekolah inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Menurut dia, sekolah khusus tersebut sangat dibutuhkan. "Paling utama adalah tenaga pendidik yang kompeten, serius mendidik anak berkebutuhan khusus," kata warga Bekasi Selatan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.