Pencari Suaka Bertahan di Eks Kodim, Anies Baswedan: Kita Tunggu

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari UNHCR saat sedang mendata pencari suaka yang hendak diberikan bantuan uang tunai dengan cara mengeluarkan mereka dari lokasi penampungan di eks gedung Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat, 30 Agustus 2019. Tempo/Adam Prireza

    Petugas dari UNHCR saat sedang mendata pencari suaka yang hendak diberikan bantuan uang tunai dengan cara mengeluarkan mereka dari lokasi penampungan di eks gedung Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat, 30 Agustus 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan masih menunggu langkah pemerintah pusat mengeluarkan ratusan pencari suaka yang masih bertahan di eks Kodim Kalideres.

    "Tadi pagi pun saya koordinasi dengan pemerintah pusat, mereka juga sedang mencari tempat baru. Kita tunggu," kata Anies di Balai Kota DKI, Selasa, 3 September 2019.

    Ratusan pengungsi menolak dipindahkan dari penampungan pengungsi di gedung eks kodim, Kalideres, Jakarta Barat, Senin 2 September 2019. Mereka merasa badan pengungsi PBB atau UNHCR tidak adil dan lamban dalam membantu pemindahan mereka ke negara ketiga.

    "We want justice, we need shelter. Justice, justice, justice," teriak ratusan pengungsi dari sejumlah negara itu berkali-kali di penampungan, Senin, 2 September 2019.

    Selama ini, kata Anies, pemerintah provinsi DKI tidak mempunyai kewenangan dalam menangani para pengungsi dari berbagai negara karena itu menjadi tanggung jawab UNHCR. DKI membantu para pencari suaka karena rasa kemanusiaan.

    "Tetapi kalau solusi terhadap mereka sendiri itu di luar kewenangan kami. Justru kami nanti melampaui (tanggung jawab)."

    Anies Baswedan menuturkan Pemprov DKI hanya bisa sebatas membantu kebutuhan dasar para pencari suaka seperti makan, minum dan mandi, cuci, kakus. Sedangkan, pengelolaan para pencari suaka di luar kewenangan pemprov. "Pemerintah pusat sedang mencari solusi tempat. Kalau sudah kami kebut (pemindahan)," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.