Viral Nenek Gendong Jenazah Cucu Dibantu Polisi, Ini Kronologinya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Islamiati dan Aiptu Wayan saat menjelaskan soal aksi mereka yang terekam dalam video viral. Dian berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya. TEMPO/Yusuf Manurung

    Dian Islamiati dan Aiptu Wayan saat menjelaskan soal aksi mereka yang terekam dalam video viral. Dian berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya. TEMPO/Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Dian Islamiati, 36 tahun, nekad berjalan kaki dengan menggendong jenazah cucunya, Andi Saputra menuju rumahnya di kawasan Kampung Malaka, Cilincing, Jakarta Utara. Aksi Dian itu kemudian terekam oleh video viral di media sosial, termasuk saat ada polisi yang datang mengantarnya.

    Cucu Dian yang baru berumur dua jam itu meninggal di Puskesmas Cilincing setelah dilahirkan oleh putrinya. Ia bersama keponakannya, Hamim Saputra bermaksud membawa jenazah ke rumah menggunakan sepeda motor.

    Namun, saat sampai di kawasan Pasar Bebek, motor yang dinaikinya mogok. Akhirnya, Dian memilih untuk berjalan kaki menuju rumahnya. Jarak kedua lokasi diperkirakan mencapai 2 kilometer.

    "Tapi kemudian ada petugas polisi yang membantu dan mengantarkan saya," kata Dian saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Rabu, 18 September 2019. Sebelum bertemu polisi, ia sempat berjalan kaki sejauh 100 meter.

    Saat itu, Kepala Polsubsektor KBN Marunda, Ajun Inspektur Satu Wayan Putu dan dua anggotanya sedang mengatur lalu lintas jalan. Melihat Hamim mendorong sepeda motor, salah satu anggota polisi lantas menghentikannya dan mengajukan beberapa pertanyaan. Dari penjelasan Hamim, polisi mengetahui bahwa Dian sedang menggendong jenazah cucunya di jalanan.

    "Akhirnya kami samperin, ada ibu-ibu sedang jalan kaki lewat trotoar menggendong cucunya dalam keadaan panas terik, akhirnya kami mengajak minggir ke pos dan spontan, ayo naik mobil saya," kata Wayan di lokasi yang sama.

    Dian mengatakan, keputusan untuk membawa jenazah menggunakan sepeda motor karena informasi yang diterimanya tidak ada ambulans di Puskesmas Cilincing. "Tapi saya sudah ucapkan terima kasih kepada Puskesmas Cilincing dengan penanganan anak saya itu, begitu baiknya. Sampai anak saya stabil," kata dia.

    Saat ini, kata Dian, anak perempuannya masih dirawat di Puskesmas Cilincing. Menurut informasi yang diberikan dokter, bayi tersebut meninggal karena prematur. "Umur kandungannya baru dua puluh delapan minggu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.