Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ratusan Pengusaha Tempe di Sunter Masih Buang Limbah ke Kali Item

Reporter

image-gnews
Sentra pembuatan tempe di Kampung Tempe RT12 RW 03 Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 24 September 2019. Tempo/Imam Hamdi
Sentra pembuatan tempe di Kampung Tempe RT12 RW 03 Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 24 September 2019. Tempo/Imam Hamdi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan pengusaha tempe di Kampung Tempe RW 03 Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, belum mengolah limbah usaha mereka. Limbah tempe di Kampung Tempe, pernah disebut Sandiaga Uno saat menjabat wakil gubernur DKI, sebagai penyebab bau tidak sedap di Kali Sentiong atau Kali Item. Sandiaga pun meminta para pengusaha tempe menghentikan usaha mereka.

Anggota Paguyuban Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan Indonesia, Ahmad Rozikin, membenarkan bahwa limbah tempe di Kampung Tempe, pernah menjadi sorotan pemerintah dan dituding sebagai penyebab pencemaran hingga menyebabkan Kali Item mengeluarkan bau. "Tapi itu tidak benar. Limbah tempe yang kami buang bukan yang menyebabkan bau di Kali Item," kataRozikin saat ditemui di rumahnya di Kampung Tempe RT 12 RW 03 Sunter Jaya, Selasa, 24 September 2019.

Rozikin mengatakan ada sekitar 200 pengusaha tempe di Kampung Tempe yang ada di RT 06, 08 dan 12 RW 03 Sunter Jaya. Seluruh pengusaha tempe, kata dia, memang langsung membuang limbahnya ke saluran penghubung yang bermuara di Kali Item.

Menurut Rozikin, limbah tempe yang mereka buang tidak menimbulkan pencemaran dan menyebabkan bau busuk di kali tersebut. "Bau di Kali Item sudah lama. Bukan dari usaha tempe," kata dia.

Pria asal Pekalongan, Jawa Tengah itu menjelaskan pengusaha tempe di Kampung Tempe, rutin membersihkan saluran penghubung tempat pembuangan limbah sebulan sekali. Menurut dia, ratusan warga yang tinggal di kawasan tersebut pun bakal terganggu jika memang limbah tempe mengeluarkan bau.

"Pengusaha tempe di sini sudah tiga generasi. Saya saja sebagai penerus mulai usaha ini sejak tahun 1990 dan belum pernah mendengar limbah tempe dituduh sebagai penyebab bau sebelum Asian Games kemarin," kata Rozikin.

Saat Sandiaga melontarkan pernyataan bahwa limbah tempe penyebab bau Kali Item, kata Rozikin, kawasannya menjadi sorotan pemerintah dan media. Akhirnya, pemerintah langsung terjun dan melihat saluran tempat membuang limbahnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Tapi pemerintah tidak menemukan bukti limbah tempe sebagai penyebab bau Kali Item. Karena limbah yang kami buang tidak mengeluarkan bau," ujarnya

Para pengusaha tempe menyesalkan tuduhan Sandiaga dan menolak permintaannya untuk menghentikan usaha produksi tempe. Menurut Rozikin, tuduhan pencemaran Kali Item pun selesai setelah pemerintah melihat langsung usaha tempe dan pembuangan limbahnya di kawasan ini.

"Kalau jadi pejabat ngomong jangan asal-asalan. Lihat dulu. Usaha kami ini juga telah dibantu oleh pemerintah dan ada dukungan dari Bank BRI," kata Rozikin. "Kalau usaha kami disebut mencemari lingkungan, kenapa kami diberi bantuan."

Pengusaha tempe lainnya di RT 02 RW 02 Sunter Jaya, juga langsung membuang limbahnya ke Kali Sentiong. Wanita yang tidak mau menyebutkan namanya ini menuturkan baru membuang air limbah tempe setelah dingin. "Jadi tidak bau," ujarnya.

Dari pantauan Tempo, warga di Kampung Tempe hanya membuat saluran penghubung berdiameter 30-50 sentimeter untuk mengalirkan air ke drainase yang lebih besar dengan diameter sekitar 1,5-2 meter. Drainase besar tersebut yang kemudian membuang limbah tempe dan rumah tangga ke Kali Item.

Limbah tempe yang dibuang pengusaha tempe ke Kali Item berwarna kuning. Selama dua jam Tempo melihat proses pembuangan limbah, tidak tercium bau dari air bekas cucian dan proses memasak kedelai tempe tersebut.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Komunitas Ajukan Budaya Tempe Jadi Warisan Tak Benda di UNESCO

12 hari lalu

Ilustrasi tempe. (doctortempeh.com)
Komunitas Ajukan Budaya Tempe Jadi Warisan Tak Benda di UNESCO

Tempe semakin populer, khususnya di kalangan komunitas vegan. Tempe bahkan sudah sudah bisa ditemukan dan dikonsumsi di 27 negara.


5 Manfaat Makan Tempe untuk Tubuh

6 Januari 2024

Ilustrasi tempe. (doctortempeh.com)
5 Manfaat Makan Tempe untuk Tubuh

Meskipun sering disamakan dengan tahu, tempe memiliki perbedaan manfaat yang signifikan bagi tubuh.


3 Tips Menyimpan Tempe agar Tidak Cepat Busuk

5 Januari 2024

Ilustrasi tempe. (doctortempeh.com)
3 Tips Menyimpan Tempe agar Tidak Cepat Busuk

Hindari membeli tempe yang sudah berwarna keabu-abuan dan berbau tengik.


3 Resep Aneka Olahan Tempe

18 Desember 2023

Ilustrasi tempe mendoan. Shutterstock
3 Resep Aneka Olahan Tempe

Sebagai salah satu produk fermentasi kedelai tempe bukan hanya menjadi camilan populer tetapi juga bahan dasar yang serbaguna.


Resep Gudeg, Nangka Muda Dimasak Manis Makanan Khas Yogyakarta

14 Desember 2023

Ilustrasi gudeg. shutterstock.com
Resep Gudeg, Nangka Muda Dimasak Manis Makanan Khas Yogyakarta

Gudeg masakan sayuran nangka yang dibuat manis berwarna cokelat


Menu Makan Gratis dari Gibran di Cempaka Putih: Tahu, Tempe, Ayam Bakar

10 Desember 2023

Cawapres Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka berkampanye di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Desember 2023. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Menu Makan Gratis dari Gibran di Cempaka Putih: Tahu, Tempe, Ayam Bakar

Saat kampanye di Cempaka Putih, Sabtu, 9 Desember 2023, cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, membagi-bagikan makanan gratis


Gakoptindo: Industri Tahu Tempe Terdampak Pelemahan Rupiah

29 Oktober 2023

Pekerja tengah menyelesaikan proses pembuatan tahu goreng yang siap di jual kepasaran di kawasan Mampang, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2022. Dengan adanya program subsidi kedelai impor dari Bulog kepada para perajin yang tergabung dalam Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Jakarta Selatan, harga kedelai yang sebelumnya Rp 12.500 kini menjadi Rp.11.100 per kilo. Tempo/Tony Hartawan
Gakoptindo: Industri Tahu Tempe Terdampak Pelemahan Rupiah

Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin mengatakan industri tempe dan tahu terdampak pelemahan rupiah.


Terdampak Impor, Harga 10 Olahan Makanan Ini Berpotensi Naik saat Kedelai Langka

2 Oktober 2023

Pekerja menggoreng tempe dan oncom di pengolahan oleh-oleh khas Bandung Jalan Cipaera, Bandung, Selasa (30/6). Omzet penjualan tempe dan oncom goreng saat liburan melonjak menjadi 315 blok per hari dari 200 blok/hari sebelum musim libur. Foto: TEMPO/
Terdampak Impor, Harga 10 Olahan Makanan Ini Berpotensi Naik saat Kedelai Langka

Harga berbagai produk olahan kedelai ini berpotensi naik saat kedelai langka.


Beragam Resep Bacem, Ada Tempe Tahu, Telur Puyuh, Baceman Ayam

1 Oktober 2023

Ilustrasi tempe tahu bacem. Cookpad/Winda Minda
Beragam Resep Bacem, Ada Tempe Tahu, Telur Puyuh, Baceman Ayam

Bacem merupakan cara memasak makanan yang identik rasanya manis


3 Varian Resep Memasak Kacang Panjang

22 September 2023

Tumis kacang panjang. tabloidbintang.com
3 Varian Resep Memasak Kacang Panjang

Umumnya kacang panjang dimasak tumis, urap, dan oseng santan. Berikut resep membuat ketiganya.