Pimpinan DPRD DKI Bakal Dikukuhkan Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Sebanyak 106 orang anggota terpilih dari 10 partai politik dilantik sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Sebanyak 106 orang anggota terpilih dari 10 partai politik dilantik sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan DPRD DKI Jakarta definitif dijadwalkan akan dikukuhkan pekan depan setelah Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat keputusan.

    Wakil Ketua Sementara DPRD DKI, Syarif menyebutkan kemungkinan pengambilan sumpah tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 Oktober mendatang. "Insya Allah Senin, SK sudah turun," ujarnya saat dihubungi, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Syarif mengatakan setelah dikukuhkannya pimpinan definitif, DPRD akan menetapkan alat kelengkapan dewan, seperti ketua komisi, badan anggaran dan badan musyawarah. Selain itu, dewan bisa segera melanjutkan sejumlah pembahasan dengan waktu yang tersisa menjelang akhir tahun, terutama tentang rancangan APBD 2020.

    Adapun lima pimpinan DPRD DKI periode 2019-2024 sudah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri. Mereka adalah Prasetyo Edi dari PDI P sebagai ketua. Empat wakil ketua adalah Mohamad Taufik dari Partai Gerindra, Abdurahman Suhaimi dari Partai Keadilan Sejahtera, Zita Anjani dari Partai Amanat Nasional dan Misam Samsuri dari Partai Demokrat.

    Pengukuhan pimpinan DPRD DKI ini molor lantaran sejumlah partai, yaitu PDI Perjuangan dan Partai Demokrat jatuh tempo saat menyerahkan nama. Pimpinan baru diumumkan dalam rapat paripurna 3 Oktober lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.