Kota Bekasi Angkat Segunung Sampah Bambu Kali Cikeas Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir kiriman dari Bogor melalui Sungai Cikeas tiba di Bekasi, Jumat, 26 April 2019. Tempo/Adi Warsono

    Banjir kiriman dari Bogor melalui Sungai Cikeas tiba di Bekasi, Jumat, 26 April 2019. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi -Tim gabungan akan mengangkat sampah bambu segunung anakan yang menumpuk di Kali Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Selasa pekan depan. Volume sampah kiriman dari hulu ini diperkirakan mencapai 12.00 ton.

    "Karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi sampah bambu, direncanakan pengangkatan secara manual," kata Ketua Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi, Puarman pada Jumat, 11 Oktober 2019.

    Puarman mengatakan, instansi yang terlibat dalam pengangkatan sampah tersebut gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BBWSCC, dan Perum PJT II. "Rencana aksi Selasa pekan depan," ujar Puarman.

    Sampah menumpuk di Kali Cikeas menjelang bendung Koja merupakan kiriman dari hulu. Menurut Puarman, ada tiga wilayah penyumbang, Kabupaten Bogor 50 persen, Kota Depok 25 persen, dan Kota Bekasi 25 persen. Sampah terbawa arus sungai pada Kamis malam ketika debit air meningkat.

    "Asal ada kenaikan air di Sungi Cikeas hampir 200 sentimeter, selalu membawa material sampah bambu," kata Puarman.

    Menurut Puarman, untuk mengangkat sampah bambu dari Kali Cikeas bisa memakan waktu selama dua pekan. Sebab, volume sampah sekarang lebih banyak dari biasanya hanya berkisar 500 ton.
    "Itu butuh waktu lebih kurang seminggu. Tapi kalau ini mungkin sekitar dua minggu diangkat secara manual," ujar dia.

    Ia menambahkan, sampah bambu bisa mengancam banjir bandang. Sebab, celah dari bambu-bambu yang menumpuk terisi dengan sampah rumah tangga. Sehingga, jika debit sungai naik, maka menjadi ancaman karena air secara otomatis terbendung oleh tumpukan sampah tersebut.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan bersih-bersih Kali Cikeas dari material sampah bambu dan pengerukan sedimen dan akan dilakukan pada Selasa, 15 Oktober. "Bersih-bersih melibatkan stakeholder termasuk pasukan katak kita," kata Yayan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.