Viral Aksi Pemalakan di Tanjung Priok, Polisi Tangkap 5 Preman

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penodongan atau pemerasan. lecourrierderussie.com

    Ilustrasi penodongan atau pemerasan. lecourrierderussie.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap lima pelaku pemalakan terhadap supir truk di Pelabuhan Tanjung Priok yang aksinya sempat viral di media sosial. Meskipun demikian, disinyalir masih banyak pelaku kejahatan tersebut yang bebas berkeliaran.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Wirdanto menyatakan kelimanya ditangkap pada Ahad kemarin, 13 Oktober 2019. Wirdanto menyebutkan para preman ini kerap memalak sopir truk yang akan memasuki dan keluar dari Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    "Kami kemarin sudah mengamankan lima orang yang diduga melakukan pemungutan liar terhadap sopir truk yang keluar dan masuk Pelabuhan Tanjung Priok," ujarnya seperti dilansir Antara, Selasa 15 Oktober 2019.

    Kelima tersangka yang kini ditahan Polres Metro Jakarta Utara itu diketahui berinisial SO (29), BH (46), AB (29), C (34) dan RZ (30). Kelima orang tersebut mengaku tak memiliki pekerjaan dan berdomisili di Tanjung Priok, Jakarta.

    Meski telah membekuk lima preman itu, Wirdanto menyatakan akan terus memburu para pelaku lainnya. Di lokasi itu, menurut dia, masih banyak pelaku pemalakan.

    Wirdanto mengatakan kelima tersangka mengaku sudah beraksi cukup lama, mulai dari yang berdurasi bulanan hingga satu tahun. Para pemalak mengaku mendapatkan uang Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu setiap harinya.

    Aksi penjahat jalanan itu sempat viral di media sosial. Dalam video disebut sejumlah preman yang berdiri di pinggir jalan menghampiri truk dan kemudian meminta sejumlah uang. Jika sopir truk tidak memberikan uang, mereka tidak segan untuk merusak kaca kendaraan.

    "Jika tidak diberi uang, kaca mobil yang jadi taruhannya," demikian narasi yang menyertai unggahan video yang kemudian viral tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.