DKI Jakarta Tak Dimintai Pertimbangan Soal Tol Pelabuhan 2

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pembangunan proyek jalan tol North South Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7). TEMPO/Imam Sukamto

    Aktivitas pembangunan proyek jalan tol North South Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku tak dimintai pertimbangan soal pembangunan jalan tol pelabuhan 2. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, menyatakan pihaknya hanya diberitahukan bahwa akan ada pembangunan tol yang melintas di atas sejumlah bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua, Jakarta tersebut.

    "Kami hanya mendapatkan laporan informasi ini loh kami dari pusat mau bangun (tol susun pelabuhan)," ujar Hari saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019.

    Tol pelabuhan II merupakan proyek pemerintah pusat yang akan dibangun oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Jalan tol susun pelabuhan sepanjang 9,53 kilometer ini nantinya akan melayang di atas sejumlah bangunan bersejarah seperti Gudang Timur dan Museum Bahari.

    Hal itu membuat banyak pihak mengkhawatirkan adanya kerusakan terhadap bangunan bersejarah tersebut. Selain itu, masyarakat juga merasa pembangunan tol di atas bangunan bersejarah akan merusak estetika kawasan Kota Tua.

    Hari menambahkan, Pemprov DKI Jakarta berharap pembangunan tol susun tersebut tidak merusak bangunan cagar budaya di Kota Tua, Jakarta Barat.

    Akibat proyek itu, kata Hari, Pemprov DKI Jakarta harus menunda pembangunan jalan layang Sunter Permai. Pasalnya, hingga saat ini, Pemprov DKI juga belum mendapatkan detail pembangunan tol pelabuhan 2. Bahkan, Hari menyatakan pembangunan jalan layang Sunter Permai terancam batal jika lokasinya berhimpitan dengan tol pelabuhan 2.

    "Kami tidak mungkin membangun flyover tersebut jika konstruksinya berhimpitan dengan proyek tol susun pelabuhan itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.