Tambah Jaringan Pipa Air Bersih, PAM Jaya Ajukan Rp 746 Miliar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengambil air saat peresmian fasilitas air siap minum (<i>drinking fountain</i>) oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Pembangunan <i>drinking fountain</i> ini juga dapat melengkapi fasilitas pendukung museum dari segi akses air minum yang sehat dan bersih bagi pengunjung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengunjung mengambil air saat peresmian fasilitas air siap minum (drinking fountain) oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Pembangunan drinking fountain ini juga dapat melengkapi fasilitas pendukung museum dari segi akses air minum yang sehat dan bersih bagi pengunjung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Daerah PAM Jaya mengajukan penyertaan modal daerah sebesar Rp 746,7 miliar untuk pembangunan saluran pipa air minum dan pengembangan jaringan air bersih pada 2020. Direktur Utama PD PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan penyertaan modal yang diajukan untuk empat kegiatan.

    "Dengan anggaran tersebut kami juga menargetkan penambahan jaringan pipanisasi air bersih mencapai lima persenan," kata Bambang di sela rapat rancangan plafon anggaran 2020 bersama Komisi B di DPRD DKI, Rabu, 6 November 2019.

    Adapun cakupan jaringan pipa air bersih di ibu kota saat ini baru 61 persen.

    Bambang merinci anggaran pipanisasi air tersebut bakal dimanfaatkan untuk pembangunan sistem penyediaan air minum atau SPAM Pesanggrahan tahap II Rp 195 miliar, reinforcement and extention jaringan transmisi dan distribusi Rp 275 miliar, pembangunan SPAM Ciliwung/Pejaten Rp 250 miliar dan terakhir untuk suplai ke area Pegadungan-BP and Reservoir Cikokol Rp 26,7 miliar.

    Selain untuk penambahan jaringan, kata Bambang, penyertaan modal diusulkan untuk program ketahanan pelayanan air bersih Rp 310 miliar, pelayanan masyarakat berpenghasilan rendah Rp 15 miliar dan pipa distribusi SPAM Jatiluhur tahap I. Total dana yang diajukan adalah Rp 1,77 triliun.

    Terkait dengan jaringan pipa Jatiluhur, kata Bambang, terkait dengan pihak luar harus siap menerima air bersih dari sana. Jadi, DKI mesti membangun pipa distribusi air dari Jatiluhur. "Sehingga kita tak terlambat dalam penerimaan air jumlah produksi mereka," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.