Warga Berharap Pemerintah Kebut Pembangunan Stasiun LRT Cawang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja masih terus melakukan pembangunan Stasiun LRT Jabodebek Cawang, Jakarta Timur, 8 November 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    Sejumlah pekerja masih terus melakukan pembangunan Stasiun LRT Jabodebek Cawang, Jakarta Timur, 8 November 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga di sekitaran Stasiun LRT Jabodetabek Cawang, berharap pembangunan proyek kereta ringan itu dipercepat dan segera dioperasikan. Seorang warga yang tinggal di dekat Stasiun LRT Cawang, Ami, 50 tahun, menilai pembangunan stasiun mesti dipercepat.

    "Sebab, nantinya sangat membantu mengurai kemacetan. Sekarang kondisi jalan macet," kata Ami saat ditemui di warung miliknya di dekat Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur, Jumat, 8 November 2019.

    Saat ini, pemerintah sedang menguji coba rute LRT Cibubur-Cawang. Rute ini memiliki panjang lintasan 13,7 kilometer. Nantinya, relasi ini akan memiliki 5 stasiun, yakni Stasiun Cawang, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kampung Rambutan, Ciracas dan Cibubur.

    Menurut Ami, pembangunan Stasiun LRT Cawang di dekat rumahnya diperkirakan masih lama rampungnya. Sebab, akses jalan untuk menuju ke atas stasiun juga belum dibangun.

    Dari pantauannya, saat ini pekerja tengah fokus membuat saluran drainase di sekitar stasiun. Drainase tersebut dibuat dari pinggir Jalan M.T. Haryono menuju ke perkampungan warga. "Bagus juga drainase itu jadi kalau hujan air tidak menggenang di jalan," ujarnya.

    Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Cawang, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Stasiun LRT Cawang nantinya bakal jadi stasiun yang terbesar karena menjadi lokasi pertemuan antara kereta jurusan Cibubur dan jurusan Bekasi Timur. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga lainnya, Wahyu Pajar, 42 tahun, meyakini LRT Jabodebek di dekat rumahnya bakal banyak diminati warga. Sebab, transportasi massal tersebut menjadi alternatif warga menghindari kemacetan di jalan. "Asal harganya terjangkau pasti banyak yang mau naik," kata dia.

    Menurut Wahyu, pembangunan LRT saat ini sudah terlihat cepat. Namun, pembangunan fisik lebih banyak dilakukan malam hari agar tidak mengganggu pengguna jalan. "Kalau yang saya lihat konstruksi baru mulai dikerjakan jam sebelas malam," ujarnya.

    Dari pantauan Tempo di Stasiun LRT Cawang, pembangunan fisik belum rampung seluruhnya. Sejumlah lantai atas stasiun, bahkan belum terpasang seluruhnya. Pekerja pun lebih banyak terlihat di area bawah stasiun. Mereka membersihkan drainase dari tumpukan sampah dan lumpur

    Saat ini, pemerintah bersama badan usaha tengah merampungkan proyek pembangunan LRT tahap I Cibubur-Dukuh Atas. Pembangunan LRT sebelumnya menggunakan skema pembiayaan KPBU.

    Pembangunan proyek LRT tahap I ini telah mencapai 66 persen. Pada tahap pertama ini, pemerintah dan badan usaha akan mengelarkan tiga proyek lintasan. Proyek lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur saat ini telah mencapai 85,7 persen. Sedangkan lintas pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 56,1 persen. Sementara itu, LRT lintas pelayanan 3 Cawang-Bekasi Timur telah mencapai 59,5 persen.

    Ke depan, LRT Cibubur-Dukuh Atas akan memiliki 31 rangkaian kereta. Masing-masing rangkaian akan mengangkut sekitar 1.308 penumpang dalam keadaan padat dan 740 orang dalam keadaan lengang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.