Masa Pancaroba, BMKG Tangsel: Waspada Hujan dan Angin Kencang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan (pixabay.com)

    Ilustrasi hujan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Tangsel mewaspadai hujan deras disertai angin kencang pada masa pancaroba ini. Masa peralihan musim kemarau ke musim hujan ini menimbulkan fenomena cuaca ekstrem.

    "Memang beberapa hari belakangan hujan disertai angin kencang karena sekarang sedang pancaroba," kata Kepala Stasiun Klimatologi kota Tangerang Selatan Sukasno, Kamis 14 November 2019.

    Menurut Sukasno, pada masa pancaroba ini sering terjadi angin kencang yang bersifat lokal. Diperkirakan masa pancaroba di wilayah Tangsel berlangsung sampai akhir bulan November.

    "Pada masa sekarang sudah mulai banyak terbentuk awan hujan yang namanya awan Cumulonimbus," ujarnya. "Angin kencang merupakan fenomena ekstrem yang ditimbulkan saat pancaroba dan harus diwaspadai." 

    Fenomena ekstrem lain saat pancaroba adalah hujan lebat sporadis disertai petir. BMKG mengimbau agar masyarakat betul-betul memperhatikan potensi dampak akibat angin kencang.

    "Pohon yang tinggi apalagi yang sudah tua dan rapuh, baliho ukuran besar, dan benda lain yang berpotensi roboh akibat angin kencang," ungkapnya.

    Beberapa hari belakangan ini, masa pancaroba menyebabkan hujan disertai angin kencang dan petir terjadi di wilayah Tangsel. Peristiwa tersebut terjadi karena peralihan musim kemarau ke musim hujan.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.