Kronologi Bentrok Ormas FBR dan Pemuda Pancasila di Bekasi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Forum Betawi Rempug (FBR). TEMPO/Amston Probel

    Ilustrasi Forum Betawi Rempug (FBR). TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Bekasi -Dua kelompok organisasi masyarakat atau Ormas di Kota Bekasi, Jawa Barat terlibat keributan. Kedua kelompok ini berasal dari Pemuda Pancasila atau PP dan Forum Betawi Rempug atau FBR.

    Juru bicara Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan peristiwa bermula saat anggota dua kelompok ormas ini menjadi pengunjung tempat hiburan malam pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Kedua anggota kelompok ormas ini berjoget ria.

    Di tengah menikmati musik, seorang anggota FBR Dedi menawarkan korek api kepada anggota PP Deni. Mendapat tawaran itu, Deni merespon lalu berupaya mengambil, tapi Dedi tiba-tiba menampar. Sikap ini dibalas Deni dengan mendorong Dedi hingga jatuh. Dedi lalu mengambil botol bir yang ada di meja dan dilemparkan ke kaki Deni.

    "Untuk menghindari ribut lebih besar, Deni (PP) bersama tujuh orang temannya pergi meninggalkan lokasi cafe Budi," kata Erna.

    Menjelang pagi atau sekitar pukul 05.00 WIB, sekelompok massa dari FBR sekitar 100 orang menyerang markas Pemuda Pancasila di Arenjaya, Bekasi Timur. Kedua orang yang bertikai di tempat hiburan terlibat lagi. Dedi menyerang Deni dengan melempar batu lalu mengeroyok. Deni luka di pinggang dan tangan, sedangkan kawan-kawannya melarikan diri.

    "Anggota kami yang dikeroyok di Arenjaya sudah melaporkan kejadian ini ke polisi," kata Ketua Pemuda Pancasila, Kota Bekasi, Aries Budiman.

    Keributan ini belum selesai. Markas Pemuda Pancasila di Kayuringin, Bekasi Selatan, kata dia, dirusak oleh massa FBR. Karena itu, anak buahnya membalas dendam dengan merusak pos FBR di Durenjaya, Bekasi Timur pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

    Usai penyerangan oleh PP, kata dia, anggotanya terkena sweeping sekelompok massa FBR di Jalan Kartini, Margahayu, Bekasi Timur. Korban yang hendak ke kantor PP dikeroyok hingga mengalami luka di pelipis. Korban belum membuat laporan polisi karena menunggu pulih lebih dulu.

    "Masalah rusak merusak ini sudah clear, kami sudah dimediasi oleh Kapolres dan Pak Wali Kota pagi tadi. Tapi, kalau soal laporan polisi tetap berlanjut di kepolisian," kata Aries.

    Sementara itu, Ketua FBR Kota Bekasi, Novel Said mengatakan persoalan perselisihan antara organisasinya dengan Pemuda Pancasila telah selesai. "Selebihnya silakan ke Kapolres," kata Novel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.