DKI Bantah Gelar Banyak Festival Demi Target Serapan Anggaran DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta menyatakan padatnya berbagai festival yang digelar Dinas Pariwisatadan Kebudayaan dalam pekan ini bukan dalam rangka kejar tayang seraoan anggaran DKI menjelang akhir tahun.

    "Tidak ada cerita seperti itu lagi. Di penghujung tahun menghabis-habiskan anggaran gak ada seperti itu," ujar Deputi Kebudayaan dan Pariwisata DKI Dadang Solihin usai membuka festival Cosplay Parade 2019 di Monas Jakarta Pusat, Ahad 17 November 2019.

    Dandang mengatakan semua festival tersebut sudah sesuai perencanaan yang telah disusun di sistem penganggaran dan perencanaan E Budgeting. Kata dia, even-even khusunya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memang direncanakan pada bulan-bulan akhir tahun ini.

    Setidaknya dalam dalam tiga hari DKI tercatat menggelar sejumlah festival kebudayaan, mulai dengan pertunjukan Lenong pada Jumat malam di Balai Kota. Lalu Sabtu siang dengan Festival Pesona Lokal di kawasan Gelora Bung Karno.

    Suasana antraksi cosplay berparade di kawasan Monas Jakarta Pusat oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Ahad 17 November 2019. Tempo/Taufiq Siddi

    Sabtu malamnya acara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berlanjut dengan Jakarta Internasional Performance di kawasan Monas, yang menghadirkan pertunjukan dari kebudayaan dalam dan luar negeri seperti Jerman, Budapes dan Moskow

    Jakarta Internasional Performance yang rutin dihelat DKI beberapa tahun terakhir ini berlangsung dua hari di kawasan Monas.

    Even selanjutnya adalah Cosplay Parade di Monas pada Minggu siang. Even yang juga melibatkan penampilan dari luar negeri ini kata Dadang diharapkan menjadi alternatif hiburan bagi masyaratkat Jakarta.

    Dadang menyebutkan berdempetnya sejumlah even di Dinas Pariwisata juga karena jadwal dari penampil yang diundang dari luar negeri. Dia menyontohkan komunitas cosplay internasional dari beberapa negara baru bisa diundang ke Jakarta bulan ini.

    "Kita juga menyesuikan dengan jadwal penampil-penampil dari luar negeri, ada yang baru bisa sekarang jadi kita laksanakannya," ujar Dadang terkait padatnya festival belakangan ini tak berhubungan dengan serapan anggaran DKI sebelum tutup tahun..


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.