Politikus PPP Menyarankan Sukmawati Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri saat mendatangi Kantor MUI terkait polemik puisi yang dibacakannya di Jakarta, 5 April 2018. Maruf Amin juga menyarankan agar upaya pelaporan Sukmawati ke ranah hukum sebaiknya dihentikan TEMPO/Subekti.

    Sukmawati Soekarnoputri saat mendatangi Kantor MUI terkait polemik puisi yang dibacakannya di Jakarta, 5 April 2018. Maruf Amin juga menyarankan agar upaya pelaporan Sukmawati ke ranah hukum sebaiknya dihentikan TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menyarankan agar Sukmawati Soekarnoputri memberi penjelasan dan meminta maaf kepada umat Islam. Baidowi mengatakan pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno, berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama.

    "Pernyataan Sukmawati berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama dan berpotensi mengganggu stabilitas sosial yang baru saja pulih akibat Pilpres," kata Baidowi dalam keterangannya di Jakarta, Senin 18 November 2019.

    Menurut dia, tidak sepatutnya Sukmawati menyampaikan hal tersebut, selain tempat dan waktunya tidak pas sehingga harus meminta maaf kepada umat Islam. 

    "Untuk menyejukkan keadaan, sebaiknya Sukmawati menjelaskan secara jernih, dan meminta maaf kepada umat Islam," ujarnya.

    Selain itu menurut dia, aparat Kepolisian harus bersikap profesional menangani persoalan ini.

    Sebelumnya, ormas yang mengatasnamakan Forum Pemuda Islam Bima melaporkan putri proklamator Soekarno itu atas dugaan penodaan agama ke Bareskrim Mabes Polri pada Sabtu 16 November 2019.

    Pernyataan Sukmawati yang dilaporkan yaitu ketika yang bersangkutan membandingkan kitab suci Al Quran dengan Pancasila. Selain itu, adik Megawati dan Rahmawati tersebut juga membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno. Sukmawati diduga melanggar Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.