Kurangi Jarak Antar KRL, KCI Akan Sediakan Feeder di 2 Rute Ini

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit kereta jenis JR 205 asal Jepang yang sedang dalam proses make up di Dipo KRL Depok. Unit ini diubah tampilan fisiknya sebelum digunakan oleh PT KCI. Tempo/Ninis Chairunnisa

    Unit kereta jenis JR 205 asal Jepang yang sedang dalam proses make up di Dipo KRL Depok. Unit ini diubah tampilan fisiknya sebelum digunakan oleh PT KCI. Tempo/Ninis Chairunnisa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan bisa terus mengurangi headway atau jarak antar KRL yang beroperasi setiap harinya. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menyediakan kereta pengumpan atau feeder.

    "Kami akan operasikan feeder-feeder untuk memperkecil headway," kata Direktur Utama PT KCI Wiwit Widayanti di Dipo KRL Depok, Kamis, 21 November 2019.

    Feeder itu, kata Wiwit, akan dioperasikan di rute dengan headway yang masih panjang. Misalnya di rute Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota.

    Saat ini, menurut Wiwit, penumpang rute Rangkasbitung-Tanah Abang bisa menunggu datangnya KRL sampai satu jam. Namun nantinya, KCI akan menyediakan feeder dari Rangkasbitung ke Parungpanjang. "Nah nanti dari Parung akan ada banyak lagi KRL untuk ke Tanah Abang," kata dia.

    Pola yang sama juga akan dilakukan di rute Cikarang-Jakarta Kota. Headway rute ini masih mencapai satu jam. "Nanti feedernya Cikarang ke Bekasi, dari Bekasi banyak KRL menuju Kota," kata Wiwit.

    Adapun saat ini, KCI mengoperasikan dua rute feeder, yaitu Manggarai-Duri dan Kampung Bandan-Jakarta Kota.

    Saat ini, KCI menyediakan sebanyak 958 perjalanan KRL sehari. Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta atau Gapeka 2019 yang akan berlaku 1 Desember mendatang, jumlah perjalanan akan ditambah menjadi 1.057 perjalanan secara bertahap. Bersamaan dengan itu, KCI juga menargetkan pengurangan headway sampai 5 menit misalnya untuk rute Bogor/Depok-Jatinegara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?