Menjajal Bus Listrik di Monas dan Respon Positif Pengguna

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi dalam bus listrik Transjakarta yang beroperasi di kawasan Monumen Nasional pada Selasa, 24 Desember 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kondisi dalam bus listrik Transjakarta yang beroperasi di kawasan Monumen Nasional pada Selasa, 24 Desember 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak ada perbedaan mencolok dari segi fasilitas antara bus listrik Transjakarta dibandingkan dengan bus berbahan bakar minyak. Di dalam bus listrik juga terdapat bangku dan gantungan untuk berdiri, sama seperti yang beredar di jalanan Ibu Kota saat ini.

    Perbedaan paling signifikan terasa pada tingkat deru mesin. Mesin listrik membuat kondisi dalam bus lebih sunyi. Demikian pendapat salah satu pengguna di kawasan Monumen Nasional atau Monas, Jakarta Pusat bernama Rika, pada Selasa, 24 Desember 2019.

    "Enggak berisik, jadi lebih nyaman," kata dia usai menaiki bus listrik Transjakarta dari halte sekitar IRTI hingga loket puncak Monas.

    Pendapat yang sama disampaikan oleh Septi, yang saat ditemui Tempo sedang menggendong bayinya dalam bus. Dia mendukung bus-bus di Jakarta untuk beralih ke listrik. "Ini jelas lebih ramah lingkungan," kata dia.

    Hingga saat ini, bus listrik belum dioperasikan massal karena terkendala regulasi ihwal spesifikasi. Kendaraan pabrikan Cina Build Your Dream (BYD) dan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang pernah diuji coba sejak April 2019 itu sekarang hanya beroperasi di dalam Monas.

    Rendahnya tingkat kebisingan bus listrik tidak hanya karena kendaraan tersebut tanpa mesin berbahan bakar minyak atau gas, melainkan juga tanpa knalpot. Sehingga bus listrik tidak menghasilkan polusi suara di sekitarnya.

    Selain tempat duduk dan gantungan, bus listrik di Monas juga dilengkapi pendingin udara yang membuat betah pengunjungnya. Suhu di dalam bus relatif cukup dingin yakni 22 derajat celcius.

    Saat Tempo mencobanya, petugas Transjakarta di dalam bus listrik menjelaskan bahwa baterai kendaraan tersebut diisi selama 2-5 sampai 4 jam. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 240-400 kilometer.

    Dari pantauan Tempo, bus listrik di Monas memiliki 30 kursi dan 20 gantungan untuk berdiri. Namun, Kepala Divisi Sekretaris korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan kapasitas bus tersebut adalah 40 tempat duduk dan 30 orang berdiri.

    Bagi yang belum pernah mengikuti uji coba bus listrik Transjakarta, Badan Usaha Milik Daerah itu memberikan kesempatan kembali bagi warga yang ingin menjajal selama masa libur Natal dan Tahun Baru di Monas. Yakni mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2020 dari pukul 10.00 - 18.00 secara gratis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.