Misa Natal di Gereja Immanuel Pertahankan Bahasa Belanda

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan Gereja Immanuel menjelang perayaan Natal, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pekerja membersihkan Gereja Immanuel menjelang perayaan Natal, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel, Jakarta Pusat menggelar ibadah Misa Natal menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris dan Belanda. Pendeta Miciko P. Saren mengatakan bahwa penggunaan bahasa Belanda sudah dilakukan sejak dahulu dan tetap dipertahankan hingga saat ini di gereja Immanuel.

    "Mungkin di Indonesia hanya Immanuel yang menggunakan bahasa Belanda," ujar Miciko kepada awak media di lokasi, Rabu, 25 Desember 2019.

    Ibadah Natal dengan bahasa Belanda dilakukan di sesi kedua Misa Natal, yakni pada pukul 10.00. Sementara bahasa Indonesia digunakan pada sesi pertama pukul 08.00. Ibadah menggunakan bahasa Inggris dilakukan pada sore hari pukul 17.00.

    Walau begitu, pendeta Miciko mengatakan bahwa tidak banyak orang Belanda yang masih beribadah natal di Gereja Immanuel. Namun, gereja yang dibangun medio 1830-an itu tetap menggunakannya.

    "Orang-orang bule juga enggak terlalu banyak, tapi kami tetap mempertahankan gereja harus ada bahasa Belanda," kata Miciko.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, ibadah Natal di Gereja Immanuel dijaga ketat aparat. Pos pengamanan terpadu berdiri di pintu masuk kendaraan. Puluhan anggota TNI dan Polri berjaga di sana. Satu mobil Baracuda milik Brimob Polri parkir di sekitar pos. Alat metal detector dipasang di pintu masuk gereja. Polisi dengan anjing pelacak juga mondar-mandir di lokasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.