Satu Keluarga di Pulogadung Tewas Diduga Hirup Asap Genset

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. AFP/CHARLES ONIANS

    Ilustrasi mayat. AFP/CHARLES ONIANS

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu keluarga yang tinggal di rumah kontrakan Jalan Kayu Mas Selatan VI, Blok C, RT01/RW09 Pulogadung, Jakarta Timur ditemukan tewas pada Kamis, 2 Januari 2020 pukul 23.30. Mereka adalah pasangan suami istri Mahmudi, 35 tahun, Ayu Maryana Oktavia (29) dan kedua anaknya SAP (9) dan MK (5).

    "Benar," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Arie Ardian mengonfirmasi berita tersebut, Jumat, 3 Januari 2020.

    Kepala Kepolisian Sektor Pulogadung Komisaris Lindang Lumban mengatakan mayat satu keluarga itu pertama kali ditemukan oleh kakak ipar Mahmudi, Imam Jumhari yang tinggal bertetangga dinding. Saksi melihat para korban dalam kondisi tertidur dengan darah yang mengalir dari mulut dan hidungnya.

    "Jadi diperkirakan karena menghirup C02, menghirup asap genset, jadi keracunan," ujar Lindang.

    Sebelumnya, ujar Lindang, saksi melihat korban menyalakan genset untuk menerangi kontrakannya yang berukuran 3 x 4 meter karena listrik di daerah itu sedang padam. Mesin genset tersebut dihidupkan oleh korban sejak, Rabu 1 Januari 2020 pukul 07.00 hingga Kamis, 2 Januari 2020 pukul 03.00.

    "Dinyalakan di dalam kamar," ujar Lindang.

    Pada Kamis pukul, 13.00, saksi datang ke rumah korban untuk memberikan makanan. Saat ke sana, ujar Lindang, saksi melihat genset telah mati. Sementara kondisi para korban dikira sedang tertidur.

    Pada malam harinya, saksi kembali datang ke rumah itu yakni pada pukul 23.30. Menurut Lindang, makanan yang dibawa saksi pada siang hari juga belum dimakan. Saksi lantas mencoba memegang kaki korban.

    "Ternyata kakinya sudah dingin. Dipanggil lah saksi lain, keponakannya, disenter pakai handphone, terlihat sudah keluar darah dari kuping dan mulut korban," kata dia.

    Para korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. Menurut Lindang, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh para korban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.