Banjir Bandang di Lebak, Ratusan Rumah dan Belasan Jembatan Remuk

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengamati kerusakan yang terjadi akibat banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten, Rabu, 1 Januari 2020.  Ribuan warga mengungsi di sejumlah tempat yang aman seperti rumah ibadah, majelis taklim, gedung sekolah dan perkantoran. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Sejumlah warga mengamati kerusakan yang terjadi akibat banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten, Rabu, 1 Januari 2020. Ribuan warga mengungsi di sejumlah tempat yang aman seperti rumah ibadah, majelis taklim, gedung sekolah dan perkantoran. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Jakarta -Banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Lebak, Banten telah merusak ribuan bangunan rumah penduduk dan belasan jembatan.

    Berdasarkan data dari Polda Banten total kerusakan bangunan akibat banjir bandang di 6 kecamatan tersebut adalah rumah rusak berat sebanyak 635 unit, rumah rusak ringan 1.431 unit, jembatan rusak 18 unit, Masjid dan Mushola 16 unit.

    "Dari bencana ini dilaporkan juga kendaraan bermotor roda 2 sejumlah 55 dilaporkan mengalami kerusakan.9 unit kendaraan roda 4 rusak," ujar Kabid Humas Polda Banten, Komisaris Besar Edy Sumardi, Jum'at 3 Januari 2020.

    Menurut Edy, beberapa kerusakan terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di 6 wilayah Kecamatan Kabupaten Lebak meliputi Kecamatan Curug bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja dan Cimarga. " Dari ke 6 wilayah tersebut, Curug bitung dan Sajira mengalami kerusakan yang terparah," ujarnya.

    Diwilayah Kecamatan Curug bitung sebanyak 336 unit rumah rusak berat, 17 rusak ringan dan masjid/mushola 3 unit. Kecamatan Sajira 209 unit rumah rusak berat, 459 rusak ringan, dan merusak 4 jembatan serta 10 mushola.

    Sebuah masid berdiri tak jauh dari bangunan yang mengalami kerusakan rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten, Rabu, 1 Januari 2020. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Kecamatan Cipanas, 74 unit rumah rusak berat, 185 rusak ringan. 7 jembatan penyeberangan dan 3 mushola mengalami kerusakan.

    Kecamatan Lebakgedong 16 unit rumah dan 2 jembatan rusak berat. Kecamatan Maja 770 unit rumah dan 1 jembatan rusak berat. Sementara Kecamatan Cimarga 4 jembatan mengalami kerusakan cukup parah.

    Adapun Lokasi Pengungsian, ada di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Lebak Gedong posko pengungsiannya di Gedung Serba Guna Desa Banjar Irigasi sebanyaj 100 kepala keluarga.

    Di kecamatan Sajira, posko ada 3 lokasi yaitu di Gedung PGRI 171 kepala keluarga, posko kampung Nangela desa Calung Bungur 75 kepala keluarga, posko di desa Bungur Mekar 50 kepala keluarga.

    Sejumlah relawan membantu warga menyeberangi Sungai Ciberang untuk dievakuasi ke tempat aman di Kampung Susukan, Lebak, Banten, Kamis 2 Januari 2020. Proses evakuasi warga hanya bisa mengandalkan perahu karet karena jembatan penghubung di lokasi itu hancur diterjang banjir bandang hari Rabu (1/1). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    Selanjutnya, kata Edy, pengungsi di Kecamatan Cipanas berada di kantor kecamatan Cipanas. Untuk kecamatan Curug Bitung berada di desa mayak kecamatan Curug Bbutung dan terakhir posko di kecamatan Cimarga berada di kampung Kadu Luhur Desa Tambaj sebanyak 31 kepala keluarga.

    "Kondisi warga di pengungsian saat ini, sudah di tangani oleh pemerintah setempat, kesehatan juga terlayani, makan untuk para pengungsi melalui Mobil Dapur Umum Sat Brimob Polda Banten, juga sudah di berikan, dan makanan lain juga disalurkan," kata Edy.

    Namun, kata Edy, masih ada beberapa kebutuhan yang diinginkan warga korban banjir bandang yang belum terpenuhi, seperti selimut, baju layak pakai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.