26 Situ di Kabupaten Tangerang Alami Pendangkalan dan Alih Fungsi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memancing di Situ Rawa Kalong, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat, 17 Januari 2020. Revitalisasi Situ Rawa Kalong yang akan diubah menjadi tempat wisata air unggulan di Jawa Barat itu telah selesai pengerjaan tahap satu. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga memancing di Situ Rawa Kalong, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat, 17 Januari 2020. Revitalisasi Situ Rawa Kalong yang akan diubah menjadi tempat wisata air unggulan di Jawa Barat itu telah selesai pengerjaan tahap satu. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah segera melakukan normalisasi Situ Garugak di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang setelah pengukuran ulang selesai. Setelah diukur ulang luas Situ Garugak menyusut 80 hektar dari 180 hektar.

    "Yang melaksanakan pengukuran dan normalisasi pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Slamet Budi Mulyanto, kepada Tempo, Jum'at 17 Januari 2020.

    Budi tidak menjelaskan penyebab penyusutan Situ Garugak. Namun ia menyebut ada 26 situ di Kabupaten Tangerang yang senasib dengan Situ Garugak, yakni mengalami penyusutan yang disebabkan pendangkalan dan alih fungsi lahan menjadi lahan persawahan dan pemukiman.

    Sampai saat ini, kata Budi, Situ Garugak belum ada kegiatan normalisasi. Kegiatan perbaikan situ ini masih menunggu tindak lanjut pemerintah pusat.

    Budi mengakui puluhan situ di Kabupaten Tangerang dalam kondisi memprihatinkan dan mengalami penyusutan. Seperti halnya, Situ Patrasana di Kecamatan Kresek dari 262 hektare kini tinggal 160 hektare. Situ Kelapa Dua dari 36 hektare kini tinggal 14 hektare.

    "Jika melihat fakta di lapangan, kami pastikan lahan 26 situ yang ada di Kabupaten Tangerang saat ini sudah menyusut semua," katanya.

    Sebab, kata Budi, berdasarkan fakta di lapangan, banyak situ yang sudah mengalami pendangkalan karena sedimentasi dan berubah menjadi daratan. Sehingga situ tersebut dijadikan lahan persawahan bahkan perumahan.

    Kondisi itu makin diperparah dengan sampah dan tanaman enceng gondok. Budi khawatir cadangan air di wilayahnya bakal berkurang sehingga jika musim kemarau mengalami kekeringan, saat musim hujan jadi kebanjiran.

    Berikut Kondisi 26 Situ di Kabupaten Tangerang

    1. Situ Ranca Ilat, Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo. Luas 63 hektar (ha) mengalami pendangkalan dan beralihfungsi menjadi sawah.

    2. Situ Waluh, Desa Kosambi Dalam, Kecamatan Kronjo. Luas 35 ha beralih fungsi menjadi sawah dan pendangkalan.

    3. Situ Panggang/Gelam Jaya, Desa Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis. Dari luas 18 ha, kini tinggal 11,7 ha mengalami pendangkalan yang parah dan sebagian menjadi perumahan.

    4. Situ Setingin, Desa Klebet, Kecamatan Mauk. Luas 26 ha kini sudah menjadi daratan dan persawahan.

    5. Situ Patrasana, Desa Patrasana, Kecamatan Kresek. Luas 262 ha kini tinggal 160 ha mengalami pendangkalan dan menjadi sawah.

    6. Situ Kelapa Dua, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua. Luas 36 ha kini tinggal 14 hektar mengalami pendangkalan dan dipenuhi tanaman eceng gondok.

    7. Situ Cihuni, Desa Cihuni, Kecamatan Legok. Luas 27,50 ha kondisi pendangkalan.

    8. Situ Pangodokan, Desa Kota Bumi, Kecamatan Pasar Kemis. Luas 15 ha, pendangkalan dan menjadi lahan persawahan.

    9. Situ Dadap, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis. Luas 12 ha, pendangkalan dan menjadi sawah.

    10. Situ Pondok, Desa Sukaharja, Pasar Kemis. Luas 21 ha dan pendangkalan.

    11. Situ Cilongok, Desa Sukamantri, Pasar Kemis. Luas 15 ha dan pendangkalan.

    12. Situ Kepuh, Desa Rawaboni, Pakuaji. Luas 45 ha dan menjadi bengkok.

    13. Situ Gabus, Desa Tamiang, Kresek. Luas 15 ha, pendangkalan dan jadi sawah.

    14. Situ Genggong, Desa Tamiang, Kresek. Luas 15 ha, pendangkalan dan sawah.

    15. Situ Sulang, Desa Lebakwangi, Sepatan. Luas 11 ha, pendangkalan dan jadi sawah dan perumahan.

    16. Situ Warung Rebo, Desa Wanakerta, Sindang Jaya. Luas 4 ha, pendangkalan dan sawah.

    17. Situ Pasir Gadung, Desa Sukaharja, Pasar Kemis. Luas 3 ha, pendangkalan.

    18. Situ Krawon, Dsa Wanakerta, Sindang Jaya. Luas 7,5 ha, pendangkalan dan sawah.

    19. Situ Bojong, Desa Bojong, Cikupa. Luas 7,5 ha, pendangkalan.

    20. Situ Sarakan, Desa Kuta Jaya, Pasar Kemis. Luas 7,5 ha, pendangkalan.

    21. Situ Koja, Desa Pisangan Jaya, Sepatan. Luas 7 ha, pendangkalan dan jadi sawah.

    22. Situ Gede, Desa Pekayon, Mauk. Luas 4 ha, pendangkalan dan jadi sawah.

    23. Situ Jengkol, Desa Cikuya, Cisoka. Luas 3,75 ha, pendangkalan.

    24. Situ Garukgak, Desa kemuning, Kresek. Luas 180 ha, pendangkalan dan jadi sawah.

    25. Situ Jambu, Desa Jambukarya, Rajeg. Luas 2 ha, pendangkalan dan jadi sawah.

    26. Situ Kemuning, Desa Buni Ayu, Balaraja. Luas 2,50 ha, pendangkalan dan jadi sawah.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.