Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Seorang Pengusaha Laporkan Kapolres Tangsel ke Propam Polri Karena Dugaan Kriminalisasi

Reporter

image-gnews
Gedung Polres Kota Tangerang Selatan di Jalan Promoter No.1, Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Foto: TEMPO/Muhammad Iqbal
Gedung Polres Kota Tangerang Selatan di Jalan Promoter No.1, Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Foto: TEMPO/Muhammad Iqbal
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) Ajun Komisaris  Besar Polisi  (AKBP) Ibnu Bagus Santoso dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Kepolisian Negara Republik Indonesia atas dugaan kriminalisasi terhadap seorang pengusaha mesin bernama Budi Priyantono asal KotaTangerang.

Budi yang menjadi Komisaris  PT. Sampurna Sistem Indonesia (SSI) melaporkan Ibnu dan Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris  Polisi Alvino Cahyadi karena penetapan tersangka atas dirinya.

Selain melapor ke Div Propam Mabes Polri dan Propam Polda MetroJaya  juga telah mendatangi Kompolnas dan Komisi III DPR RI dengan  membuat aduan masyarakat, kemarin.

"Saya mencari keadilan. Sebab saya telah menjadi korban kriminalisasi atas tudingan seseorang yang melapor ke Polres Tangsel, hingga  saya ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan, perbuatan itu tidak pernah saya lakukan," kata Budi kepada TEMPO Rabu 24 April 2024.

Budi menceritakan kronologi kerjasama perusahaannya, PT SSI dengan PT. Kobe Boga Utama (KBU) yang berujung wanprestasi. Kerjasama itu dimulai tahun 2018.

Awalnya bermula ketika  PT.SSI  mengimpor  sejumlah mesin atas permintaan PT. KBU. Mesin yang didatangkan dari Cina itu bernilai  total harga Rp. 5.078.205.000. Dari jumlah itu,  PT.KBU  hanya melakukan pembayaran 2 termin yaitu Down Paymen (DP) dan before delivery lalu saat ini total hutang PT. KBU yang belum dibayarkan yaitu Rp.1.966.776.700.

"Jadi secara hukum, hubungan  antara  saya dan pelapor adalah perikatan perdata, namun pada perjalanannya, PT KBU mangkir membayar pelunasan utangnya, " ujar Budi.

Utang  senilai Rp. 1.966.776.700, terhadap mesin-mesin yang dipesannya  itu padahal sudqh diberikan kelonggaran dengan cara PT SSI  melakukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Pihaknya pun sudah melakukan somasi 2 kali ke PT. KBU, namun tidak ada respon, "Malahan kami dilaporkan di Polres Tangsel dan Polda Metro Jaya.” ujar Budi.

PT KBU  melaporkan Budi ke Polres Tangsel dengan nomor laporan Nomor : LP/B/2007/X/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN  / POLDA METRO JAYA tertanggal 17 Oktober 2022 dengan pasal penipuan dan penggelapan.

Penyidik Polres Metro Tangsel kemudian menetapkan Budi   sebagai tersangka melalui Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka Nomor : B/1156/III/RES.1.11./2024/Reskrim tertanggal 28 Maret 2024.

“Saya merasa penetapan tersangka atas diri saya ini merupakan upaya kriminalisasi yang dilakukan oknum penyidik dan PT KBU dengan mengesampingkan semua fakta dan bukti atas perkara hutang piutang antara saya dengan PT. KBU," kata Budi.

Mesin dipreteli

Menurut Budi, barang yang dipesan diantaranya  mesin pengolahan mie,   merupakan barang impor yang didatangkan dari Cina itu sudah dipakai oleh PT KBU.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Lucunya mesin  itu sudah digunakan  lebih dari setahun memproduksi makanan olahan seperti mie, bon cabe dan produk makanan itu sudah dipasarkan. Tapi kemudian mereka bilang mesin tidak sesuai dan sudah dipreteli,"kata Budi.

Budi menduga  laporan yang dibuat PT KBU sengaja dilakukan untuk menghindari penyelesaian pembayaran kewajibannya atas hutang-hutang pada perusahaan. 

Padahal jika memang mesin-mesin yang disediakan oleh PT. SSI tidak memenuhi spesifikasi yang ditentukan, maka mereka bisa  menggunakan haknya yang diatur dalam SPK. No 12/Pcs-KBU/VI/21 dan SPK No. 013/Pcs-KBU/VII/20, bahwa jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender PT. SSI tak dapat memenuhi seluruh target dan spesifikasi, maka PT. KBU membatalkan perjanjian. Namun, PT. KBU tidak pernah memberikan somasi atau  membatalkan SPK ini.

"Justru mesin yang kami kirim ke PT SSI sudah digunakan untuk memproduksi makanan olahan dan belakangan mesin itu dipreteli,"kata Budi.

Pernah Mengadu ke Biro Pengawasan Bareskrim

Budi Priyantono juga mengungkapkan  dia pernah melaporkan perkara ini melalui Pengaduan Masyarakat ke Kepala Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri melalui Surat Nomor : 051/SSI/PH/VI/2023 tertanggal 9 Juni 2023 dan sudah digelar perkara secara khusus oleh Biro Wassidik Bareskrim Polri pada tanggal 12 juli 2023.

Dalam gelar perkara tersebut, ahli pidana menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam laporan polisi oleh PT KBU. Pada waktu itu pihaknya  kemudian menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SP3D) Nomor : B/12139/IX/RES.7.5./2023/Bareskrim tertanggal  29 September 2023, isinya memberi petunjuk dan arahan kepada penyidik agar melakukan pemeriksaan konfrontir.

“Namun penyidik Polres  Tangsel tidak melakukan konfrontir. Justru mengarahkan  saya untuk mengajukan Restorative Justice," kata Budi.

Padahal, berdasarkan SP3D, hasil gelar perkara khusus harus dilaksanakan oleh penyidik dan bukan melakukan Restorative Justice. 

“Saya sangat menyayangkan kinerja anggota Satreskrim Polres Tangsel yang langsung menetapkan saya sebagai tersangka. Karena itu saya melaporkan kasus ini ke Divisi Propam Mabes Polri, Propam PMJ, Komisi III DPR dan Kompolnas, untuk meminta perlindungan hukum, ” ujarnya.

Adapun Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso saat dihubungi TEMPO hanya menjawab singkat atas tudingan dugaan kriminalisasi yang diarahkan ke Polres Tangsel, "Nanti akan kami sampaikan,"ujar Ibnu  Bagus.

Pilihan Editor: Tante Bunuh Keponakan Berusia 7 Tahun di Tangerang, Sakit Hati Ibu Korban Tak Meminjami Uang Rp 300 Ribu

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kantor Ikatan Jurnalis Televisi IJTI Kota Tangsel Kebakaran

3 jam lalu

Markas IJTI Kota Tangerang Selatan dan Pos Polisi Graha Bunga, Kecamatan Pondok Aren kebakaran, Selasa 23 Juli 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Kantor Ikatan Jurnalis Televisi IJTI Kota Tangsel Kebakaran

Kantor Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Tangerang Selatan kebakaran pada Selasa malam.


Temukan Lagi 114 Siswa Siluman SMAN di Tangerang, Ombudsman: Alasan Sekolah Karena ...

14 jam lalu

Ilustrasi PPDB Online (siap-ppdb.com)
Temukan Lagi 114 Siswa Siluman SMAN di Tangerang, Ombudsman: Alasan Sekolah Karena ...

Ombudsman Banten kembali temukan 114 siswa siluman hasil PPDB tahun ini di SMAN Kabupaten Tangerang.


Disnaker Sediakan 1.091 Lowongan Kerja Selama Festival Cisadane

3 hari lalu

Ilustrasi lowongan kerja. Tempo/M Taufan Rengganis
Disnaker Sediakan 1.091 Lowongan Kerja Selama Festival Cisadane

Disnaker Kota Tangerang, Banten, membuka stan Job Fair dengan menyediakan 1.091 lowongan kerja selama gelaran Festival Cisadane 2024.


Pelaku Penusukan Penjaga Toko Baju di Kelapa Dua Tangerang Dituntut 15 Tahun Penjara

5 hari lalu

Tersangka pembunuhan penjaga toko baju di Kelapa Dua diserahkan ke Kejari untuk segera disidangkan, Rabu, 15 Mei 2024. (TEMPO/Muhammad Iqbal)
Pelaku Penusukan Penjaga Toko Baju di Kelapa Dua Tangerang Dituntut 15 Tahun Penjara

Nada Diana, pelaku penusukan terhadap Resy Ariska seorang perempuan penjaga toko baju dituntut 15 tahun penjara.


I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 10 Polisi Klungkung Bali, Kuasa Hukum Lapor ke Propam Polri

6 hari lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 10 Polisi Klungkung Bali, Kuasa Hukum Lapor ke Propam Polri

Terdapat 5 kendaraan milik I Wayan Suparta yang disita oleh Polres Klungkung hingga saat ini.


Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2024 di Tangerang, 100 Pelanggar Ditilang Simpatik

8 hari lalu

Petugas Kepolisian bertugas saat Operasi Patuh Jaya 2023 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin 10 Juli 2023. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2024 di Tangerang, 100 Pelanggar Ditilang Simpatik

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota mengatakan, pada Operasi Patuh Jaya 2024, sesuai instruksi pimpinan tidak boleh menggunakan tilang manual.


Pakai Motor Pinjaman, Ojol di Tangsel Jadi Sasaran Debt Collector

9 hari lalu

Ilustrasi debt collector. Dok.TEMPO /Aditya Herlambang Putra
Pakai Motor Pinjaman, Ojol di Tangsel Jadi Sasaran Debt Collector

Motor pinjaman yang dipakai ojol di Tangsel dirampas kawanan debt collector.


Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

11 hari lalu

Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

Kakek 77 tahun itu ditangkap anggota dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat melakukan penggerebekan di sebuah kos-kosan.


Terkini: Daftar Mobil dan Motor yang Terancam Tak Boleh Isi Pertalite, Jokowi Teken Perpres 75 tentang Percepatan Pembangunan IKN

11 hari lalu

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi Upacara HUT ke-79 RI di IKN, Kalimantan Timur, Rabu 5 Juni 2024. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Terkini: Daftar Mobil dan Motor yang Terancam Tak Boleh Isi Pertalite, Jokowi Teken Perpres 75 tentang Percepatan Pembangunan IKN

Anggota BPH Migas Abdul Halim sebelumnya mengungkapkan bahwa terdapat dua usulan terkait pembatasan penggunaan Pertalite.


Seorang Wanita di BSD Jadi Korban Penipuan Diduga Polisi Gadungan, Dituduh Berbuat Mesum

13 hari lalu

Ilustrasi Polisi gadungan. Dok.Tempo/Marifka Wahyu Hidayat
Seorang Wanita di BSD Jadi Korban Penipuan Diduga Polisi Gadungan, Dituduh Berbuat Mesum

Korban penipuan itu menduga komplotan yang memerasnya di BSD, Tangsel, adalah polisi gadungan.