Ini Sebab Prostitusi Anak Muncul di Jakarta Utara

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi anak. shutterstock.com

    Ilustrasi prostitusi anak. shutterstock.com

    Terbongkarnya sindikat penjualan anak itu terjadi pada Senin, 13 Januari 2020. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap 6 tersangka yang memiliki perannya masing-masing.

    Seperti Mami Tuti atau Astuti dan Mami Atun atau Tina Zulfiyatun Aliyah berperan sebagai mucikari dan memiliki kafe tersebut, lalu Febi dan Teguh Wibisono yang merekrut para korban melalui media sosial, terakhir A dan E yang bekerja untuk kedua mami sebagai time kipper dan mencatat pembayaran para tamu usai kencan. 

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan para korban direktur tersangka dari luar daerah Jakarta. Mereka dipancing melalui postingan di media sosial yang menawarkan pekerjaan di kafe dengan bayaran tinggi. 

    Namun sesampainya di Jakarta, anak-anak itu justru dipekerjakan sebagai PSK dan ditargetkan melayani tamu hingga 10 orang per hari. Para tersangka tak memberi hari libur untuk anak-anak tersebut. Mereka bahkan harus tetap melayani pelanggan di saat sedang haid. 

    Kesepuluh anak itu hingga saat ini masih dalam pengawasan Kementerian Sosial. Mereka mengaku takut dan cemas untuk bertemu orangtuanya kembali. Sebab, orangtua mereka tak mengetahui pekerjaan anak-anaknya di Jakarta. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.