Underpass Kemayoran Terendam Banjir, Warga: Main Salah-Salahan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat yang kembali banjir hingga ketinggian 5 meter pada 2 Februari 2020. TEMPO/Imam Hamdi

    Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat yang kembali banjir hingga ketinggian 5 meter pada 2 Februari 2020. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Underpass Kemayoran sudah langganan banjir sejak puluhan tahun. Warga setempat memperkirakan banjir di kawasan telah terjadi sejak 1985.

    Warga Kemayoran menginginkan ada koordinasi antarpemangku jabatan dalam menyelesaikan masalah banjir di terowongan itu. "Duduk bareng, antara Pemerintah Pusat dengan Pemda, insya Allah akan selesai," ujar Sekretaris Paguyuban Warga Kemayoran Joko Sarjono di Underpass Kemayoran, pada Senin, 10 Februari 2020.

    Joko menjelaskan bahwa Underpass Kemayoran ini terbagi menjadi aset Mensetneg yang dalam hal ini dikelola oleh PPK (Pusat Pengelolaan Kompleks) Kemayoran, Pemkot Jakarta Utara, Pemkot Jakarta Pusat, dan juga Pemprov DKI Jakarta. Maka dari itu, ia menilai bahwa dalam menuntaskan masalah, setiap pihak harus bekerja sama sehingga terlaksanalah sistem yang terintegrasi. "Nggak bisa (dikerjakan) secara parsial," ujarnya.

    Joko mengatakan kalau selama ini bantuan yang diberikan dalam penanganan banjir hanya sekedar bantuan pengurasan saja. Padahal, menurutnya, perlu adanya solusi jangka panjang seperti normalisasi, pemasangan pompa air, serta pembuatan waduk dan embung.

    Sementara itu, Ketua Paguyuban RW Kebon Kosong Karis Bambang Riswanto menyatakan kalau selama ini pemangku jabatan saling menyalahkan.

    "Ini kan main salah-salahan, antara Gubernur dengan Pemerintah Pusat. Di satu sisi wilayahnya Pemerintah Pusat, di sisi lain Gubernur nggak mau terlibat karena (wilayah), PPK nggak mau terlibat karena anggarannya itu," ujar Karis.

    Karis mengatakan sebenarnya sudah ada kesepakatan antara PPK Kemayoran, Pemda, dan Mensetneg. Namun ia menilai kesepakatan tersebut tidaklah cukup. Perlu adanya kesepakatan yang lebih tinggi, yang mana melibatkan Gubernur dan Presiden. "Kalau mau clear. Kan pengambil keputusan ada di tangan mereka (Gubernur dan Presiden)," ujarnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo pada Senin, 10 Februari 2020, Underpass Kemayoran sudah beroperasi seperti biasa pukul 11.20. Terlihat beberapa petugas sedang melakukan pengerukan di parit yang letaknya dekat dengan Underpass Kemayoran.

    Anggota Suku Dinas SDA Jakarta Utara Kecamatan Pademangan, Anji, mengatakan bahwa dirinya bersama tim ditugaskan untuk membantu mengeruk parit. "Dari Satgas diperbantukan sepuluh orang," ujar Anji.

    Dengan pengerukan tersebut, ia mengatakan nantinya akan membuat aliran air lancar menuju Kali PHB Waduk Sunter Selatan. Pengerukan parit ini diharapkan dapat mengurangi genangan banjir di Underpass Kemayoran setiap kali hujan deras.  

    KIKI ASTARI | TD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.