Pengamat: Anies Baswedan Jangan Terjebak Rayuan Ormas jadi Capres

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/Putri.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai rencana organisasi masyarakat mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden 2024, sebagai tindakan menjerumuskan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

    Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia DKI Jakarta sedianya ingin mendeklarasikan Anies Baswedan for Presiden 2024 di Jalan Inspeksi Kali Mookevart, Semanan, Jakarta Barat, Minggu, 16 Februari 2020. Namun, rencana itu batal lantaran Anies menolak rencana itu.

    "Deklarasi dukungan kepada Anies dari GPMI itu jebakan batman," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu saat dihubungi, Minggu, 16 Februari 2020.

    Menurut Ujang, deklarasi itu sebagai jebakan karena organisasi masyarakat tidak berhak mengusung calon presiden. Calon presiden harus diusung partai dengan ambang batas presidential threshold 20 persen suara pemilu sebelumnya. "Jadi ini yang menjadi jebakan batman. Mereka tidak berhak. Yang berhak parpol."

    Selain itu, kata dia, deklarasi yang dilakukan GPMI juga bakal membawa dampak negatif bagi karir politik Anies. Menurut dia, karier politik mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu berpotensi dipotong di tengah jalan. "Deklarasi itu lebih banyak mudaratnya. Nanti justru banyak yang mau menjegal Anies," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara