Rumah Dilempari Batu, Ketua PA 212: Teror Tak Membuat Kami Mundur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif memastikan pihaknya akan tetap menggelar aksi 212 pada 21 Februari 2020. Walaupun, rumahnya yang berada di kawasan Cimanggis, Depok, baru saja dilempari batu oleh orang tak dikenal.

    "Aksi akan terus berjalan, teror semacam ini tidak membuat kami mundur," ujar Maarif saat dihubungi Tempo, Selasa, 18 Februari 2020.

    Maarif menduga pelemparan batu dilakukan oleh orang yang panik akan demo 212 nanti. Demonstrasi itu ditunjukkan untuk pengusutan kasus korupsi yang mangkrak alias jalan di tempat.

    Aksi pelemparan batu terjadi dua kali. Pertama terjadi pada pukul 03.00 dan membuat kaca jendela pecah. Kedua terjadi saat Maarif tengah berada di masjid untuk salat berjamaah dan membuat pintu rumah rusak.

    Tak ada korban luka atas peristiwa ini. Kepolisan Sektor Cimanggis pun sudah melakukan olah TKP di sekitar lokasi.

    "Dari kesaksian tetangga, pelaku 2 orang mengendarai motor berwarna putih," ujar Maarif.

    Adapun terkait Aksi 212, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya akan mengerahkan 10 ribu massa. Mereka akan menuntut pengusutan kasus suap yang melibatkan eks Caleg DPR RI dari PDIP Harun Masiku kepada eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, dan kasus yang menjerat Honggo selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kerugian negara mencapai Rp 35 triliun diusut hingga tuntas.

    "Lalu kasus PT Jiwasraya yang merugikan negara sebesar Rp 13 triliun dan kasus PT Asabri dengan kerugian hingga Rp 10 triliun," ujar Novel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara