Pencurian Laptop di Sekolah Bekasi, 3 Kasus dalam 3 Hari

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah. Baraondanews.it

    Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah. Baraondanews.it

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kasus pencurian di sekolah yang mulai marak belakangan ini. Tiga kasus dalam tiga hari, para pencuri itu menggasak komputer jinjing atau laptop dan proyektor yang ditinggal di sekolah.

    "Melakukan piket jaga malam itu salah satu solusi, tetapi yang maju paling ke depan bagaimana kami mengadakan pengawasan secara melekat," kata Wakil Wali Bekasi Tri Adhianto pada Selasa, 18 Februari 2020.

    Berdasarakan informasi yang dirangkum Tempo, tiga kasus pencurian di antaranya terjadi di SDN Teluk Pucung 1 Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara pada Jumat dini hari pekan lalu. Pencuri menggasak enam unit laptop dan dua proyektor. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 20 juta.

    Dua hari kemudian atau Ahad dini hari, SDN Bintara 7 di Kecamatan Bekasi Barat juga disatroni pencuri. Pelaku mencuri satu unit laptop dan sebuah perangkat komputer. Kerugian mencapai belasan juta rupiah. Di hari yang sama, SDN Negeri Kayuringin Jaya 3, Kecamatan Bekasi Selatan juga disatroni pencuri. Pelaku menggasak dua unit laptop dan proyektor senilai Rp 12 juta.

    Menurut dia, mengantisipasi pencurian bisa dilakukan dengan pemasangan kamera pengawas di sekolah yang rawan dibobol maling. Kamera CCTV, kata dia, bisa dipantau melalaui telepon genggam dari rumah. "Lebih efisien dengan menggunakan CCTV," ucap Tri Adhianto.

    Tapi, untuk membeli CCTV dibutuhkan anggaran pengadaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Dana yang sudah ada tinggal nanti tentukan dengan Perwal, nanti dana BOS ditambahkan untuk itu (pengadaan CCTV)," ujar Tri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.