Bogor Rentan Longsor, Pemkab Akan Sisir Bangunan Warga

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisa banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Banar, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Amston Probel

    Sisa banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Banar, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 Januari 2020. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengatakan akan meminta Dinas Tata Bangunan menyisir bangunan di wilayah mereka untuk mencegah bencana longsor kembali terjadi. "Bukan perumahan elite, tapi perumahan yang padat penduduk seperti ini," ujar Iwan di Desa Banjarwangi RT 01 RW 01, Ciawi, Kabupaten Bogor, kemarin.

    Pemerintah Kabupaten Bogor juga berencana mendata kawasan yang rawan bencana sehingga dapat memberikan peringatan dini dan edukasi kepada masyarakat, misalnya saat hujan yang turun sepanjang Rabu malam, 19 Februari 2020.

    Sebelumnya, satu keluarga di Bogor meninggal tertimpa tembok yang runtuh akibat desakan air hujan, Kamis dinihari, 20 Februari 2020. Musibah terjadi di Desa Banjarwangi, RT 1 RW 1, Ciawi, Kabupaten Bogor.

    Kepala Kepolisian Sektor Ciawi, Komisaris Sahroni Kuswandi, menjelaskan malapetaka itu terjadi akibat hujan deras yang turun semalaman. Air yang terjebak di antara tebing dan dinding mendesak tembok belakang rumah Basri Abdul Latif, 45 tahun. Akibatnya, dinding jebol dan menimpa Basri yang sedang tidur bersama istrinya, Ela Latifah (35), serta kedua anak mereka, Easa Baskilah (6) dan Ean (4).

    Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor, Taufik, menuturkan telah terjadi bencana alam, yang didominasi tanah longsor, sejak pergantian tahun. Angka itu di luar banjir dan tanah longsor besar yang terjadi pada 1 Januari lalu dan musibah kemarin. "Hari ini (Kamis kemarin) saja ada sembilan tanah longsor akibat hujan," kata dia.

    M.A. MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.