Anies Baswedan Sebut RW Terdampak Banjir 4,6 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir yang melanda Jakarta sejak Minggu, 23 Februari 2020 sudah mulai surut. Ia menyatakan sebagian besar wilayah yang terdampak banjir mencapai 4,6 persen dari seluruh RW di Jakarta. Kondisinya kini tinggal 1,28 persen.

    "Sebagian besar wilayah yang terdampak banjir dan genangan kemarin dipastikan telah surut. Saat ini, genangan tersisa tinggal 1,28 persen menurun dari kondisi puncak kemarin 4,6 persen," ujar Anies dalam akun Instagramnya, Senin 24 Februari 2020.

    Anies mengatakan berdasarkan data dari BPBD, pada Senin pagi, beberapa ruas jalan yang masih direndam banjir seperti di wilayah Jakarta Utara, di jalan Raya Cilincing dengan ketinggian 30-40 cm dan jalan Boulevard Barat dengan ketinggian 10 cm.

    Kemudian lanjut Anies untuk wilayah Jakarta Pusat, Underpass Kemayoran dipastikan telah surut. Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat dipastikan keseluruhan ruas jalan telah surut dan dapat kembali dilalui kendaraan.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menyebutkan dalam mengatasi banjir Pemerintah DKI Jakarta mengerahkan tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air, BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan hingga petugas PPSU Kelurahan. Termasuk juga kata dia dalam mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan genangan ke lokasi pengungsian, serta mendistribusikan bantuan kepada warga.

    Anies mengatakan banjir terjadi karena curah hujan lokal yang ekstrim di beberapa wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.  "Sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi Jakarta mengalami hujan lokal yang cukup ekstrim," ujarnya.

    Menurut Anies berdasarkan peta sebaran hujan Jabodetabek BMKG pada Sabtu pukul 07.00 WIB sampai dengan Minggu pukul 07.00 WIB, curah hujan ekstrim 150mm/hari terjadi pada 5 stasiun, yaitu Pintu Air Pulo Gadung 241 mm, Manggarai 228 mm, Arg Kelapa Gading 184 mm, Pulomas 182 mm dan Setiabudi Timur 154 mm.

    Anies Baswedan menyatakan terus menyiapkan antisipasi genangan dan banjir melalui Dinas SDA, memonitor dan membersihkan tali-tali air, menguras saluran air, mengecek fungsi pompa, hingga membuat sumur resapan di sejumlah titik. BPBD DKI mencatat banjir yang terjadi pada hari Minggu ada di 25 kecamatan, 55 kelurahan, dan 108 RW diterjang banjir. Banjir tertinggi mencapai 220 cm terjadi di Kelurahan Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.