Banjir Cipinang, Ratusan Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban banjir Cipinang Melayu mengungsi di bawah jalan Tol Becakayu, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Sekitar 926 warga terpaksa mengungsi di sekitaran permukiman akibat dilanda banjir yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Warga korban banjir Cipinang Melayu mengungsi di bawah jalan Tol Becakayu, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Sekitar 926 warga terpaksa mengungsi di sekitaran permukiman akibat dilanda banjir yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian dari sekitar 1.900 jiwa pengungsi banjir Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, sudah kembali ke rumah tinggal mereka karena air telah surut, Rabu pagi.

    "Total jumlah warga korban banjir Selasa berjumlah 4.271 kepala keluarga, 1.900 jiwa di antaranya mengungsi. Sebagian mulai kembali ke rumah setelah air surut," ujar Lurah Cipinang Melayu, Agus Sulaeman, di Jakarta.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, banjir yang semula setinggi 1-1,5 meter di delapan wilayah RW, saat ini berangsur surut berkisar 20-30 sentimeter sejak dinihari tadi.

    Otoritas setempat memfasilitasi delapan lokasi tempat pengungsian banjir di bangunan masjid, sekolah, kampus, maupun kantor pemerintahan.

    Selain itu Kelurahan Cipinang Melayu juga didirikan enam dapur mandiri di RW 02, RW 04, RW 05, RW 06, RW 10, RW 11, dan RW 13.

    Agus mengatakan pengungsi banjir mendapatkan bantuan seperti makanan siap saji, dapur mandiri, selimut, tikar dan lainnya.

    Terkait kondisi pengungsi, Agus mengatakan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan kesehatan.

    Agus menepis kabar terkait dua warganya yang tewas tersetrum saat terjadi banjir Cipinang. "Memang ada dua orang yang tersengat listrik, sempat pingsan tapi sudah mendapat perawatan di RS UKI dan sudah kembali ke rumah masing-masing di RT02 RW 04 dan RT 03 RW 04," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.