Pasar Jaya Siapkan Masker 1 Juta Lembar, Dijual Rp 1.950 Selembar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah barang bukti masker berbagai merek ditampilkan dalam rilis kasus penimbunan masker di Tangerang, Banten, Rabu, 4 Maret 2020. Dugaan penimbunan masker hingga ratusan ribu lembar itu dilakukan di gudang PT MJP Cargo No 88, Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Tangerang. TEMPO/Sintia Nurmiza

    Sejumlah barang bukti masker berbagai merek ditampilkan dalam rilis kasus penimbunan masker di Tangerang, Banten, Rabu, 4 Maret 2020. Dugaan penimbunan masker hingga ratusan ribu lembar itu dilakukan di gudang PT MJP Cargo No 88, Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Tangerang. TEMPO/Sintia Nurmiza

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya mengimbau masyarakat tidak panik dengan ketersediaan masker dan pembersih tangan (hand sanitizer) di Jakarta. Pasar Jaya akan terus menambah stok sesuai kebutuhan pasar.

    "Jangan panik. Ke depan, stok akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin saat dihubungi di Jakarta, Jumat 6 Maret 2020.

    Bahkan untuk masker, kata Arief, Pasar Jaya juga telah menyiapkan satu juta lembar yang bekerja sama dengan Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka. Harga masker di Jakarta melonjak karena wabah virus corona.  

    Untuk memastikan ketersediaan stok dan mengendalikan harga pasar, kata Arief, Pasar Jaya menggelar operasi pasar terkait distribusi harga masker dengan harga yang wajar di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Kamis kemarin.  

    "Pak Gubernur langsung mengarahkan Pasar Jaya agar berperan aktif melihat permasalahan penjualan masker di lapangan. Hasil pengecekan dan koordinasi di lapangan, stok dipastikan ada. Pasar Jaya masuk bukan sebagai spekulan, melainkan kami memecah harga yang tidak wajar di lapangan," ujar Arief.

    Stok masker yang dijual di Pasar Pramuka, dijual Rp2.500 per masker. Lalu untuk menghindari spekulan yang ingin mencari keuntungan maka pembelian akan dibatasi satu boks per orang dengan ketentuan membawa KTP saat membeli.

    "Hal ini dilakukan agar data penjualan dapat langsung diketahui dan bisa dikontrol transaksinya," ujar dia.

    Adapun sistem pendistribusian masker, kata dia, secara bertahap, sehingga masyarakat tidak perlu panik dalam mencari dan membeli masker bagi mereka karena wabah virus corona atau COVID-19.

    "Kami ingin pastikan kalau mekanisme pasar akan terjadi. Ketika kemudian masyarakat tahu harganya ada yang lebih murah, pasti semua ikut turun. Kita menyediakan sesuai kebutuhan masyarakat," ucap Arief.

    Selain di Pasar Pramuka, masker murah tersebut dapat ditemukan di seluruh gerai milik Perumda Pasar Jaya yang tersebar di pasar, kantor wali kota, kecamatan dan kelurahan.

    Penjualan di gerai-gerai tersebut akan dibatasi dua buah masker per orang saat membeli dengan harga masker Rp1.950 rupiah per lembar. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meredam adanya harga yang tidak normal penjualan masker.

    Tak hanya masker, Perumda Pasar Jaya juga menyiapkan pembersih tangan (hand sanitizer) sebanyak 250 galon. Beberapa di antaranya ditempatkan di area pasar untuk pengunjung dengan harapan agar lingkungan pasar tetap bersih dan dapat menjadi salah satu cara mencegah penyebaran COVID-19. "Kami juga sudah menyiapkan hand sanitizer sebanyak 250 galon. Kita siapkan juga di pasar agar masyarakat terbiasa menggunakan hand sanitizer," ujar Arief. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.