Kepala Penanganan COVID-19 Minta Daerah yang Belum Terinfeksi Bersiap

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau proses penyemprotan zat desinfektan di Stasiun Gambir, Kamis 12 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau proses penyemprotan zat desinfektan di Stasiun Gambir, Kamis 12 Maret 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengimbau kepada daerah yang belum terkena virus corona atau COVID-19 untuk tidak tinggal diam. Ia meminta seluruh unsur di daerah untuk membuat rencana menghadapi serangan virus corona ini. 

    Doni mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah daerah dalam memerangi virus corona. "Daerah yang belum merasa ada kasus, diharapkan tidak tinggal diam, tapi menyusun rencana aksi," ujar Doni dalam siaran live streaming di Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta Pusat, Minggu, 22 Maret 2020. 

    Selain itu, Doni juga meminta agar masyarakat bersatu dalam memerangi virus corona dan berhenti menyebar isu yang meresahkan. Salah satu isu yang santer terdengar dan membuat masyarakat resah adalah pemerintah akan melakukan lock down di Jakarta. 

    "Yang kita butuhkan sekarang kedisiplinan menjalankan social distancing, ini tolong dipatuhi. Tanpa kita mematuhi ini, akan banyak masyarakat terpapar," ujar dia. 

    Sejak 2 Maret 2020, wabah virus corona atau COVID-19 yang melanda Indonesia telah menelan korban jiwa hingga puluhan orang. Menurut data dari laman resmi Pemprov DKI, per hari Minggu, 22 Maret 2020, jumlah korban tewas akibat corona mencapai 38 orang atau 9 persen dari 450 orang yang terinfeksi.

    "Dirawat 392 orang dan yang sembuh 20 orang atau 4 persen dari yang terinfeksi," bunyi pengumuman di corona.jakarta.go.id pagi ini.

    Jumlah korban tewas ini naik 8 orang dibandingkan hari Sabtu, 21 Maret 2020. Saat itu, kasus korban tewas berada di DKI Jakarta dengan lima kematian dan satu meninggal dunia di Banten.

    Lebih lanjut, per hari Minggu ini sebanyak 528 orang di Jakarta telah dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, 215 di antaranya telah dinyatakan sehat dan dibolehkan pulang. Sedangkan 313 lainnya masih menjalani perawatan.

    Untuk orang dalam pengawasan (ODP), hingga kini jumlahnya mencapai 1.306 orang. Sebanyak 922 orang telah dinyatakan sehat dan pemantauan dihentikan, serta 384 lainnya masih dalam proses pengawasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.