Jakarta Lengang, Volume Kendaraan di Jalan Protokol Turun

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu lintas kendaran bermotor terlihat sepi setelah meluasnya penyebaran virus Corona atau Covid-19, di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Lalu lintas kendaran bermotor terlihat sepi setelah meluasnya penyebaran virus Corona atau Covid-19, di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat volume kendaraan di jalan protokol, khususnya Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin menurun hingga 25 persen. Penurunan terjadi sejak diberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau work from home pada 15-21 Maret 2020.

    Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan kondisi jalan protokol di Jakarta terlihat lengang sejak diberlakukan aturan kerja dari rumah. Ia menyebutkan, volume kendaraan di Jalan Sudirman hingga Jalan Thamrin dari arah selatan ke utara (Sarinah - Ratu Plaza) pada 15-21 Maret 2020 sebanyak 289.734 unit atau menurun 25,3 persen dibanding periode 8-14 Maret 2020 yang mencapai 387.935 unit.

    Lalu volume kendaraan dari arah utara ke selatan (Ratu Plaza - Sarinah) periode 15-21 Maret 2020 sebanyak 138.568 unit atau menurun 24,7 persen dibanding 8-14 Maret 2020 yang mencapai 184.119 unit.

    Sambodo mengungkapkan total volume kendaraan pada 15-21 Maret 2020 dari arah selatan ke utara atau sebaliknya 428.302 unit. Sedangkan periode 8-14 Maret 2020 di jalur yang sama mencapai 572.052 unit.

    "Jakarta lengang. Terjadi penurunan yang signifikan di ruas jalan protokol," ujar Sambodo.

    Ditlantas Polda Metro Jaya juga memerintahkan jajaran untuk menghentikan tindakan razia pemeriksaan kelengkapan dokumen kendaraan guna menghindari penyebaran virus Corona. Selain itu, Sambodo juga meminta polisi lalu lintas mengurangi tindakan bukti pelanggaran (tilang) terhadap pengendara yang melanggar.

    Sambodo menekankan tilang diberlakukan terhadap pelanggaran yang terlihat secara kasat mata dan membahayakan lalu lintas atau masyarakat. Pelanggaran yang diambil tindakan tilang seperti melawan arus, jalur busway, dan tidak menggunakan helm.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.